Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar yang Perlu Diketahui, Raih Keutamaannya

Kamis 05 Mar 2026, 11:20 WIB
Ilustrasi - Ciri-ciri malam Lailatul Qadar. (Sumber: Pinterest/Vecteezy)

Ilustrasi - Ciri-ciri malam Lailatul Qadar. (Sumber: Pinterest/Vecteezy)

Dijelaskan oleh Kia AMA bahwa pada saat malam Lailatul Qadar cuaca akan cerah dan suasananya tenang untuk beribadah. Hal ini seperti yang tertuang dalam riwayat Ahmad.

Baca Juga: Malam Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran Apakah Sama? Tenyata Ini Faktanya

"Ada tanda-tandanya. Salah satunya, tidak dalam keadaan hujan. Tidak dalam keadaan hujan, dan ia merasakan tenang untuk ibadah itu. Tidak hujan dan tidak panas," kata Kiai AMA seperti dikutip dari laman MUI.

Pada malam Lailatul Qadar, langit akan terang dan tenang seolah-olah bulan bercahaya seperti bulan purnama, dan udara menjadi sangat damai, dikutip dari Muhammadiyah.

2. Jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan

Lebih lanjut, Kiai AMA juga menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, tepatnya pada malam-malam ganjil.

Adapun, malam-malam ganjil yang diyakini menjadi salah satu malam Lailatul Qadar, yakni pada malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, dan ke-29.

Dikutip dari NU Online, hal ini sebagaimana yang termaktub pada Kitab Irsyadul Ibad. Diketahui bahwa pada 10 hari terkahir Ramadhan, Nabi Muhammad meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya.

3. Sinar matahari terbit berwarna putih

Dalam sejumlah hadits juga dijelaskan bahwa ciri malam Lailatul Qadar lainnya berkaitan dengan cahaya matahari yang terbit pada hari itu.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim dari Ubay bin Ka'ab disebutkan bahwa matahari yang terbit sebelum malam Lailatul Qadar akan berwarna putih terang tapi tidak menyengat.

هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru” (HR. Muslim no. 762, dari Ubay bin Ka’ab).


Berita Terkait


News Update