Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta saat Lebaran, Termasuk Transjabodetabek

Rabu 04 Mar 2026, 14:31 WIB
Warga menunggu kedatangan bus di Halte Transjakarta CSW, Melawai, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Oktober 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)

Warga menunggu kedatangan bus di Halte Transjakarta CSW, Melawai, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Oktober 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan seluruh layanan angkutan umum di Ibu Kota akan digratiskan saat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Direktur Utara PT TransJakarta, Welfizon Yuza mengatakan bahwa rencana penggratisan tarif layanan tersebut sebelumnya sudah disampaikan oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

Adapun saat ini pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, terkait tanggal pelaksanaan dan detail teknisnya.

"Kemarin pada saat acara Ramadan Festival kan Pak Gubernur sudah sampaikan akan digratiskan.Tanggalnya tentu kita nanti mengikuti dari Dinas Perhubungan,” ujar Welfizon kepada awak media, Rabu, 4 Maret 2026.

Baca Juga: Dukung Perda KTR DKI Jakarta, Pengusaha Hiburan Minta Dilibatkan dalam Peraturan Teknis

“Nanti akan ada SK Kadis-nya. Kita menunggu apakah nanti tanggal 1 Syawal atau tanggal berapa, 1 dan 2, nanti kita lihat," ucap dia.

Welfizon menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memeriahkan hari-hari keagamaan, sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik.

"Jadi komitmen untuk selalu mengedepankan transportasi publik di hari-hari besar sudah diumumkan untuk digratiskan," ucap Welfizon. 

Adapun kebijakan transportasi publik gratis ini berlaku untuk seluruh layanan Transjakarta tanpa terkecuali, termasuk Transjabodetabek, BRT, maupun non-BRT.

Baca Juga: Dinas PPKUKM DKI Segel Outlet di Jakbar yang Edarkan Miras Ilegal

"Kalau kita lihat pelaksanaan layanan gratis, yaitu semua layanan TJ (TransJakarta). Jadi termasuk TransJabodetabek, terus kemudian BRT, non-BRT, itu sama, masuk semua. Kalau Mikro (JakLingko) kan memang Rp0," ungkap Welfizon. 

Kemudian, Welfizon menjelaskan skema tarif, secara sistem teknologi tetap diperlukan nominal transaksi sehingga tarif Rp0 akan dikonversi menjadi Rp1 dalam sistem pembayaran elektronik.

"Jadi Rp1 dan Rp0 sebenarnya secara rupiahnya nggak beda jauhlah ya. Tapi secara teknologinya karena memang harus ada proses rupiah yang ditransfer dari kartu itu, makanya konversi dari Rp0 itu menjadi Rp1 gitu," ujarnya. 

Selain itu, dia mengatakan, pihaknya juga akan menyesuaikan jam operasional agar para karyawan, khususnya pramudi, dapat melaksanakan Salat Idul Fitri. Operasional diperkirakan baru dimulai sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB

Baca Juga: Keji, Karyawan di Bogor Bunuh Pasutri Pakistan Pakai Golok-Sajam

"Jadi kita mulai operasi kita perkirakan mungkin jam 09.00 atau jam 10.00 ya. Dan biasanya memang pagi-pagi itu rata-rata salat di lingkungan masing-masing, dan silaturahminya mulai jam 10.00 atau bahkan setelah Zuhur. Jadi nanti kita akan sesuaikan jam operasionalnya," kata dia. (cr-4)


Berita Terkait


News Update