POSKOTA.CO.ID - Beriman kepada qada dan qadar merupakan bagian dari Rukun Iman keenam yang wajib diyakini setiap Muslim.
Keyakinan ini mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, termasuk dalam kehidupan manusia, telah berada dalam ketetapan Allah SWT dan mengandung hikmah di baliknya.
Dalam Alquran, konsep qada dan qadar disebutkan berulang kali sebagai bentuk penegasan bahwa takdir merupakan bagian dari ketetapan Ilahi.
Dilansir dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, dan Majelis Ulama Indonesia pada Rabu, 4 Maret 2026.
Baca Juga: Puasa Tanpa Shalat, Apakah Sah dan Diterima? Ini Penjelasan Lengkapnya
Berikut penjelasan arti qada dan qadar serta tujuh dalil tentang qada dan qadar dalam Alquran.
Arti Qada dan Qadar serta Perbedaannya

Secara bahasa, qada berarti ketetapan, hukum, atau keputusan Allah SWT. Qada diyakini telah ditetapkan bahkan sebelum penciptaan alam semesta.
Sementara itu, qadar adalah perwujudan dari qada. Qadar sering dipahami sebagai takdir yang terjadi dalam kehidupan manusia.
Perbedaannya terletak pada sifat ketetapannya:
- Qada disebut sebagai takdir mubram, yakni ketentuan mutlak Allah yang tidak dapat diubah.
- Qadar sering diartikan sebagai takdir muallaq, yaitu ketentuan yang masih bisa berubah melalui doa, usaha, dan ikhtiar sungguh-sungguh.
Pemahaman ini menegaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara tawakal dan usaha.
Baca Juga: Kapan Waktu Bayar Zakat Fitrah 2026? Ini Jadwal Lengkap dan Besaran Resmi dari BAZNAS
- Surah Al-Qamar Ayat 49
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
Innaa kulla shai'in khalaqnaahu biqadar
“Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
Ayat ini menegaskan bahwa seluruh ciptaan Allah SWT telah diatur dengan ukuran dan ketentuan yang sempurna. Tidak ada satu pun makhluk yang tercipta secara kebetulan. Semua berjalan sesuai hukum dan ketetapan-Nya.
- Surah Al-Hadid Ayat 22
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Maaa asaaba mim musee batin fil ardi wa laa feee anfusikum illaa fee kitaabim min qabli an nabra ahaa; innaa zaalika 'alal laahi yaseer
Artinya: “Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sunggu, yang demikian itu mudah bagi Allah.”
Ayat ini menjelaskan bahwa segala musibah telah tercatat di Lauh Mahfuzh sebelum terjadi. Artinya, tidak ada peristiwa di dunia yang luput dari pengetahuan Allah SWT.
Baca Juga: Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026, Ini Daftar Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadhan
- Surah Ar-Ra’d Ayat 11
لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ
Lahoo mu'aqqibaatum mim baini yadaihi wa min khalfihee yahfazoonahoo min amril laah; innal laaha laa yughaiyiru maa biqawmin hattaa yughaiyiroo maa bianfusihim; wa izaaa araadal laahu biqawmin sooo'an falaa maradda lah; wa maa lahum min dooniheeminw waal
Artinya: “Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
Ayat ini menjadi dalil penting bahwa manusia diperintahkan untuk berikhtiar. Meski takdir telah ditetapkan, perubahan nasib tetap memerlukan usaha dan kesungguhan dari manusia.
- Surah At-Taubah Ayat 51
قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Qul lany-yuseebanaaa illaa maa katabal laahu lanaa Huwa mawlaanaa; wa 'alal laahi falyatawak kalimu 'minoon
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.”
Ayat ini mengajarkan sikap tawakal. Seorang Muslim diperintahkan untuk berserah diri kepada Allah SWT, tanpa merasa putus asa saat tertimpa musibah maupun sombong saat mendapat nikmat.
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Memanas: 70 Ribu Pasukan Cadangan Dipanggil, Benarkah Tanda Dajjal?
- Surah Al-Hijr Ayat 21
وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَّعْلُومٍ
Wa im min shai'in illaa 'indanaa khazaaa 'inuhoo wa maa nunazziluhooo illaa biqadarim ma'loom
Artinya: “Dan tidak ada sesuatu pun, melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya; Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.”
Ayat ini menegaskan bahwa segala rezeki dan kejadian berada dalam kekuasaan Allah SWT serta diturunkan sesuai ukuran yang telah ditentukan.
- Surah Al-Furqan Ayat 2
الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا
Allazee lahoo mulkus samaawaati wal ardi wa lam yattakhiz waladanw wa lam yakul lahoo shareekun filmulki wa khalaqa kulla shai'in faqaddarahoo taqdeeraa
Artinya: “Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya, dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.”
Dalam ayat ini ditegaskan bahwa Allah SWT adalah pemilik langit dan bumi yang mengatur seluruh ciptaan dengan ketetapan yang sempurna dan penuh hikmah.
- Surah An-Najm Ayat 39–40
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ
Wa al laisa lil insaani illaa maa sa’aa wa anna sa’yahuu sawfa yuraa
Artinya: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).”
Ayat ini memperjelas bahwa manusia bertanggung jawab atas usahanya sendiri. Konsep ini memperkuat pentingnya kerja keras dan ikhtiar dalam menjalani kehidupan.
Dalil tentang qada dan qadar dalam Alquran menunjukkan bahwa takdir bukanlah alasan untuk pasrah tanpa usaha.
Islam mengajarkan keseimbangan antara keyakinan terhadap ketetapan Allah SWT dan kewajiban berikhtiar.
Dengan memahami qada dan qadar secara benar, seorang Muslim akan memiliki ketenangan hati, tidak mudah putus asa, serta tetap optimis dalam menjalani kehidupan sesuai tuntunan ajaran Islam.