Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan tanda-tanda Malam Lailatul Qadar. (Sumber: Tangkap Layar YouTube/Adi Hidayat Official)

RAMADHAN

Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Ustadz Adi Hidayat, Ini Tanda-Tanda yang Perlu Diketahui

Rabu 04 Mar 2026, 19:20 WIB

POSKOTA.CO.ID - Malam Lailatul Qadar selalu menjadi momen yang paling dinantikan umat Islam setiap bulan Ramadhan.

Malam yang disebut dalam Al-Quran sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan itu diyakini menyimpan limpahan rahmat, ampunan, serta keberkahan luar biasa.

Tidak heran, memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, masjid-masjid semakin ramai, ibadah kian ditingkatkan, dan doa-doa dipanjatkan dengan harapan dapat berjumpa dengan malam istimewa tersebut.

Selain itu, tak sedikit yang ingin mengetahui seperti apa tanda-tanda Malam Lailatul Qadar tersebut.

Lantas, bagaimana cara mengenali Malam Lailatul Qadar? Apakah ada ciri-ciri khusus yang bisa diamati?

Berikut penjelasan Ustadz Adi Hidayat yang dikutip Poksota dari kanal Cinta Ilmu, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Baca Juga: Waspada! 5 Hal Ini Bisa Hanguskan Pahala Puasa Ramadhan

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

Dalam kajiannya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, tanda utama Malam Lailatul Qadar yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah suasana “salam”, berarti ketenangan dan kedamaian hingga terbit fajar.

Ia menegaskan, indikator ini lebih bersifat spiritual ketimbang fenomena fisik yang kasatmata.

Berikut adalah sejumlah ciri-ciri yang kerap dirasakan sebagian orang ketika mengalami malam tersebut.

1. Ibadah Terasa Lebih Khusyuk dan Ringan

Pada malam itu, sebagian orang merasakan salat, tilawah, dan zikir berjalan lebih lancar. Konsentrasi meningkat dan gangguan pikiran terasa minim.

2. Hati Lebih Tenang dan Damai

Suasana batin cenderung stabil, tidak gelisah, serta dipenuhi rasa nyaman. Dimensi ketenangan ini menjadi salah satu makna “salam” yang disebut dalam Surah Al-Qadar.

3. Doa Mengalir dengan Lebih Mudah

Permohonan kepada Allah terasa lebih tulus dan mendalam. Untaian doa mengalir tanpa hambatan, disertai harapan dan keyakinan yang kuat.

4. Minim Gangguan Batin

Pada malam tersebut, sebagian orang merasakan berkurangnya distraksi, baik dari faktor eksternal maupun gejolak dalam diri.

Meski demikian, Ustadz Adi Hidayat mengingatkan bahwa pengalaman tersebut bersifat subjektif.

Tidak semua orang akan merasakan tanda yang sama. Karena itu, dia menegaskan, fokus utama bukanlah mengejar sensasi spiritual, melainkan menjaga konsistensi ibadah sepanjang Ramadhan, khususnya pada sepuluh malam terakhir.

Baca Juga: Kuch2Hotahu, Tahu Celup dengan Berbagai Macam Saus Cocok Buat Menu Berbuka Puasa

Apakah di Malam Lailatul Qadar Ada Hujan atau Cuaca Tertentu?

Sebagian masyarakat sendiri meyakini Malam Lailatul Qadar ditandai dengan turunnya hujan.

Hal ini merujuk pada riwayat ketika Nabi Muhammad salat dalam kondisi masjid yang beratap daun kurma, lalu keesokan paginya terlihat bekas lumpur di kening beliau.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, peristiwa tersebut bersifat kontekstual, bukan tanda umum yang berlaku setiap tahun. Hujan bisa saja terjadi, tetapi bukan syarat mutlak.

Beberapa hadis menyebutkan, salah satu tanda yang dapat diamati adalah kondisi matahari saat terbit.

Disebutkan, matahari terbit dalam keadaan tidak menyilaukan atau tidak terlalu terik.

Meski demikian, tanda ini baru dapat diketahui setelah malam berlalu. Karena itu, menurut Ustadz Adi Hidayat, umat Islam tidak dianjurkan menunggu tanda fisik terlebih dahulu baru beribadah.

Justru ibadah harus dilakukan terlebih dahulu, sementara tanda hanyalah bonus pengetahuan.

Dalam Surah Al-Qadar juga disebutkan, “Tanazzalul malaikatu war-ruhu fiha”, yang berarti para malaikat dan Ruh (Malaikat Jibril) turun pada malam itu.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, turunnya malaikat dalam jumlah besar menjadi salah satu sebab suasana malam terasa begitu damai.

Adapun makna “qadar” berkaitan dengan penetapan atau ketentuan Allah. Pada malam tersebut, berbagai urusan tahunan ditetapkan.

Namun, doa tetap memiliki peran penting. Dalam sejumlah hadis dijelaskan bahwa doa dapat menjadi sebab berubahnya ketentuan, tentu atas izin Allah.

Karena itu, Malam Lailatul Qadar menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak istigfar, doa, serta permohonan kebaikan dunia dan akhirat.

Tags:
Ramadhanciri-ciri Malam Lailatul Qadartanda-tanda Malam Lailatul QadarMalam Lailatul Qadar

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor