Cara Cegah Gula Darah Naik Drastis Saat Buka Puasa, Berikut 5 Tips dari Dokter Zaidul Akbar

Rabu 04 Mar 2026, 21:50 WIB
Tips yang dapat diterapkan untuk mencegah gula darah naik drastis saat buka puasa menurut Dokter Zaidul Akbar. (Sumber: Freepik)

Tips yang dapat diterapkan untuk mencegah gula darah naik drastis saat buka puasa menurut Dokter Zaidul Akbar. (Sumber: Freepik)

POSKOTA.CO.ID - Bagi banyak orang, terutama yang sensitif terhadap gula atau memiliki risiko diabetes, momen buka puasa kerap menjadi ujian bagi kestabilan kesehatan tubuh.

Hidangan manis seperti kolak, es buah, sirup, hingga minuman manis kemasan kerap menjadi pilihan favorit untuk membatalkan puasa.

Tak bisa dipungkiri, makanan tinggi gula ini memberikan energi instan yang dibutuhkan tubuh setelah berpuasa.

Namun, di balik itu tersimpan risiko lonjakan gula darah yang signifikan jika langsung dikonsumsi saat buka puasa menurut Dokter Zaidul Akbar.

Dokter Zaidul Akbar sendiri membagikan beberapa tips praktis yang dapat diterapkan oleh siapa saja untuk mencegah gula darah naik drastis saat berbuka puasa.

Dengan menerapkan tips ini, momen berbuka tidak hanya menjadi waktu menikmati hidangan, tetapi juga menjadi momen menjaga kesehatan tubuh secara cerdas dan bijak.

Baca Juga: 5 Menu Buka Puasa untuk Penderita Gerd dan Asam Lambung, Sehat dan Aman

Tips Mencegah Gula Darah Naik dari Dokter Zaidul Akbar

Berikut lima tips yang dapat diterapkan untuk mencegah gula darah naik drastis saat buka puasa, dari kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, pada Rabu, 4 Maret 2026.

1. Awali dengan Air Putih atau Minuman Fermentasi Alami

Menurut dr. Zaidul Akbar, sebelum mengonsumsi makanan berat atau manis, tubuh sebaiknya diberi cairan terlebih dahulu.

Air putih membantu menghidrasi tubuh setelah seharian berpuasa dan mempersiapkan sistem pencernaan.

Ia juga menyarankan konsumsi cairan fermentasi alami, seperti air yang dicampur sedikit cuka apel atau bahan probiotik alami.

Kandungan asam organik di dalamnya dipercaya dapat membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah.

Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko lonjakan gula secara tiba-tiba.

2. Jangan Langsung Mengonsumsi Gula Berlebihan

Berbuka dengan makanan manis memang dianjurkan dalam sunnah, namun bukan berarti dalam jumlah berlebihan.

Konsumsi gula sederhana dalam porsi besar justru memicu peningkatan kadar glukosa secara cepat.

Dr. Zaidul menyarankan, untuk tetap menikmati yang manis secukupnya, misalnya satu atau dua butir kurma, bukan dalam bentuk minuman sirup tinggi gula atau makanan olahan berlebihan.

Prinsipnya adalah kendali diri. Tubuh perlu diisi secara bertahap, bukan “dibanjiri” gula dalam waktu singkat.

Baca Juga: Apakah Aman Diet Saat Puasa Ramadhan? Ini Tipsnya

3. Terapkan Pola 80:20 dalam Pola Makan

Salah satu konsep yang kerap disampaikan adalah pola 80:20. Artinya, 80 persen asupan sebaiknya berasal dari makanan utuh dan sehat seperti sayur, buah, protein alami, serta karbohidrat kompleks.

Sementara, 20 persen sisanya dapat digunakan untuk menikmati makanan favorit saat berbuka.

Dengan pola ini, tubuh tetap memperoleh nutrisi seimbang tanpa harus sepenuhnya menghindari makanan yang disukai.

Pendekatan tersebut dinilai lebih realistis dan berkelanjutan dibandingkan pembatasan ekstrem.

4. Perbanyak Asupan Serat

Serat berperan penting dalam mengontrol gula darah karena membantu memperlambat penyerapan glukosa.

Saat berbuka, usahakan ada tambahan sayuran, biji-bijian, atau sumber serat lain dalam menu utama.

Sebagai contoh, nasi putih dapat dikombinasikan dengan biji-bijian atau diganti dengan karbohidrat kompleks. Dengan demikian, respons gula darah menjadi lebih stabil dan tidak melonjak tajam.

5. Beri Jeda Sebelum Makan Berat

Tips terakhir adalah memberi jeda antara konsumsi takjil dan makanan utama. Setelah minum dan mengonsumsi makanan ringan secukupnya, berikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi sebelum melanjutkan ke hidangan berat.

Jeda ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dan mencegah tubuh menerima asupan dalam jumlah besar secara mendadak.

Dengan menerapkan lima langkah sederhana dari Dokter Zaidul Akbar, risiko lonjakan gula darah dapat ditekan selama bulan Ramadhan.


Berita Terkait


News Update