Saat berbuka, usahakan ada tambahan sayuran, biji-bijian, atau sumber serat lain dalam menu utama.
Sebagai contoh, nasi putih dapat dikombinasikan dengan biji-bijian atau diganti dengan karbohidrat kompleks. Dengan demikian, respons gula darah menjadi lebih stabil dan tidak melonjak tajam.
5. Beri Jeda Sebelum Makan Berat
Tips terakhir adalah memberi jeda antara konsumsi takjil dan makanan utama. Setelah minum dan mengonsumsi makanan ringan secukupnya, berikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi sebelum melanjutkan ke hidangan berat.
Jeda ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dan mencegah tubuh menerima asupan dalam jumlah besar secara mendadak.
Dengan menerapkan lima langkah sederhana dari Dokter Zaidul Akbar, risiko lonjakan gula darah dapat ditekan selama bulan Ramadhan.
