Kandungan asam organik di dalamnya dipercaya dapat membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah.
Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko lonjakan gula secara tiba-tiba.
2. Jangan Langsung Mengonsumsi Gula Berlebihan
Berbuka dengan makanan manis memang dianjurkan dalam sunnah, namun bukan berarti dalam jumlah berlebihan.
Konsumsi gula sederhana dalam porsi besar justru memicu peningkatan kadar glukosa secara cepat.
Dr. Zaidul menyarankan, untuk tetap menikmati yang manis secukupnya, misalnya satu atau dua butir kurma, bukan dalam bentuk minuman sirup tinggi gula atau makanan olahan berlebihan.
Prinsipnya adalah kendali diri. Tubuh perlu diisi secara bertahap, bukan “dibanjiri” gula dalam waktu singkat.
Baca Juga: Apakah Aman Diet Saat Puasa Ramadhan? Ini Tipsnya
3. Terapkan Pola 80:20 dalam Pola Makan
Salah satu konsep yang kerap disampaikan adalah pola 80:20. Artinya, 80 persen asupan sebaiknya berasal dari makanan utuh dan sehat seperti sayur, buah, protein alami, serta karbohidrat kompleks.
Sementara, 20 persen sisanya dapat digunakan untuk menikmati makanan favorit saat berbuka.
Dengan pola ini, tubuh tetap memperoleh nutrisi seimbang tanpa harus sepenuhnya menghindari makanan yang disukai.
Pendekatan tersebut dinilai lebih realistis dan berkelanjutan dibandingkan pembatasan ekstrem.
4. Perbanyak Asupan Serat
Serat berperan penting dalam mengontrol gula darah karena membantu memperlambat penyerapan glukosa.
