POSKOTA.CO.ID - Lailatul Qadar menjadi salah satu anugerah terbesar yang Allah SWT berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Pada malam yang istimewa ini, nilai ibadah dilipatgandakan melebihi seribu bulan atau setara 83 tahun 4 bulan.
Berbeda dengan umat terdahulu yang memiliki usia panjang, rata-rata usia umat Nabi Muhammad SAW berkisar 60–70 tahun.
Namun Allah menggantinya dengan kemuliaan Lailatul Qadar, sehingga pahala ibadah dalam satu malam dapat melampaui umur manusia.
Baca Juga: Fenomena Blood Moon saat Ramadhan dan Kenapa Shalat Gerhana Dilakukan? Simak Penjelasannya
6 Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Agar semakin memahami keagungannya, berikut enam keutamaan malam Lailatul Qadar yang dilansir dari laman resmi lampung.nu.or.id pada Rabu, 4 Maret 2026:
- Malam Diturunkannya Al-Qur’an
Keutamaan pertama Lailatul Qadar adalah sebagai malam turunnya Al-Qur’an. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah pada Surah Al-Qadr ayat 1:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (القدر: ١)
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar.”
Rasullah Muhammad saw bersabda:
أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيْمَ عليه السلام في أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَتْ التوراةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِن رَمَضانَ، وأُنزِلَ الإنجيلُ لِثَلاثَ عشْرةَ خَلَتْ مِن رمضانَ، وأُنزِلَ الزَّبُورُ لِثَمانِ عَشْرَةَ خَلَتْ من رمضانَ، وأُنزلَ الفُرْقانُ لأَربعٍ وعِشْرينَ خَلَتْ من رمضانَ (رواه أحمد والطبراني والبيهقي وغيرهم)
Maknanya: Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama Ramadhan, Taurat diturunkan pada malam keenam Ramadhan, Injil diturunkan pada malam tiga belas Ramadhan, Zabur diturunkan pada malam delapan belas Ramadhan dan Al-Qur’an diturunkan pada malam dua puluh empat Ramadhan (HR Ahmad, ath Thabarani, al-Baihaqi dan lainnya).
Tahap kedua, turunnya Al-Qur’an dari baitul izzah yang merupakan langit pertama kepada Nabi Muhammad saw. Dalam tahap kedua ini, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur sesuai dengan sebab dan peristiwa tertentu selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Lima ayat pertama dari surat al-‘Alaq adalah yang pertama diturunkan kepada beliau di gua Hira’ dengan perantaraan malaikat Jibril. Dan hal itu menurut sebagian ulama terjadi pada malam 17 Ramadhan. Atas dasar inilah kemudian malam 17 Ramadhan diperingati umat Islam sebagai malam nuzul Al-Qur’an.
- Malam yang Penuh Keberkahan
Allah SWT juga menyebut Lailatul Qadar sebagai malam yang diberkahi, sebagaimana tercantum dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ (الدخان: ٣)
Maknanya: Sesungguhnya kami turunkan Al-Qur’an itu pada malam yang penuh berkah (malam Lailatul Qadar) (QS ad Dukhan: 3).
Keberkahan ini meliputi limpahan rahmat, ampunan, serta pahala yang berlipat ganda bagi setiap amal kebaikan yang dilakukan.
- Ditentukan Segala Urusan Tahunan
Pada malam Lailatul Qadar, Allah SWT menetapkan berbagai ketentuan bagi makhluk-Nya selama satu tahun ke depan. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam Surah Ad-Dukhan ayat 4:
فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ (الدخان: ٤)
Maknanya: Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (QS ad Dukhan: 4)
Baca Juga: Puasa Tanpa Shalat, Apakah Sah dan Diterima? Ini Penjelasan Lengkapnya
Para mufasir seperti Imam Al-Qurthubi dan An-Nasafi menjelaskan bahwa pada malam tersebut ditetapkan perkara terkait rezeki, ajal, musibah, hingga berbagai takdir lainnya dalam kurun waktu setahun.
- Lebih Baik dari Seribu Bulan
Keutamaan paling populer dari Lailatul Qadar adalah nilainya yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Qadr ayat 3:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (القدر: ٣)
Maknanya: Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan (QS al-Qadr: 3).
- Malaikat Turun Membawa Rahmat
Pada malam tersebut, para malaikat turun ke bumi membawa doa dan salam keselamatan bagi hamba yang beribadah. Dalam Surah Al-Qadr ayat 4 disebutkan:
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (القدر: ٤ )
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
Dalam sebuah hadis riwayat Al-Baihaqi, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Malaikat Jibril turun bersama rombongan malaikat sejak matahari terbenam hingga terbit fajar, mendoakan orang-orang yang berdzikir dan beribadah.
Rasulullah saw bersabda:
إذا كانتْ لَيْلَةُ القدْرِ نَزَلَ جِبريلُ فى كَبْكَبَةٍ من الملائكةِ يُصَلُّون وَيُسَلِّمُوْنَ على كلِّ عبدٍ قائمٍ أو قاعدٍ يَذْكُرُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فَيَنْزِلُونَ مِن لَدُنْ غُروبِ الشمسِ إلى طلوعِ الفَجْرِ (رواه البيهقى فى شعب الإيمان والسيوطىّ فى الجامع الكبير)
Maknanya: Jika tiba Lailatul Qadar, malaikat Jibril turun dengan serombongan malaikat lalu mendoakan dan mengucapkan salam kepada setiap hamba yang berdiri atau duduk berdzikir mengingat Allah. Mereka turun dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar (HR al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dan as Suyuthi dalam al-Jami’ al-Kabir).
Baca Juga: Amalan Sederhana di Ramadhan, Ustaz Khalid Basalamah: Pahalanya Bisa Berlipat Ganda
- Malam Penuh Keselamatan hingga Fajar
Keutamaan terakhir, Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kedamaian dan keselamatan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 5:
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (القدر: ٥)
Maknanya: Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar (QS al-Qadr: 5).
Pada malam tersebut, setan tidak mampu mengganggu orang-orang yang menghidupkannya dengan ibadah. Suasana penuh ketenangan dan rahmat menyelimuti hamba-hamba Allah yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada-Nya.
Lailatul Qadar Terjadi di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
Lailatul Qadar hadir satu kali setiap tahun di bulan Ramadhan. Namun waktunya dirahasiakan. Rasulullah SAW bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Hikmah dirahasiakannya malam ini adalah agar umat Islam bersemangat menghidupkan seluruh malam Ramadhan, khususnya sepuluh malam terakhir, dengan shalat malam, tilawah Al-Qur’an, dzikir, dan doa.
Semoga kita termasuk hamba yang meraih keberkahan Lailatul Qadar dan mendapatkan pahala yang lebih baik dari seribu bulan.