JAKARTA, POSKOTA.CO.ID — Nama Wibi Andrino kini berada di jajaran pimpinan DPRD DKI Jakarta. Pada periode 2024–2029, politisi muda ini dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, melanjutkan kiprahnya setelah pertama kali terpilih sebagai anggota dewan pada Pemilu 2019.
Perjalanan Wibi menuju kursi pimpinan legislatif tak lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tradisi aktivisme, khususnya di isu lingkungan hidup dan advokasi masyarakat sipil. Dunia politik, baginya, merupakan kelanjutan dari kerja-kerja sosial yang telah lebih dulu ia tekuni.
Pada periode pertamanya di DPRD DKI, Wibi menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem. Bertambahnya kursi NasDem pada Pemilu 2024 mengantarkannya ke posisi Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta.
“Ini periode kedua saya di DPRD. Di periode pertama, tahun 2019, saya menjadi Ketua Fraksi NasDem. Lalu di 2024 ini, karena kursi NasDem bertambah, saya dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dan juga Ketua Partai NasDem di DKI Jakarta,” ujar Wibi.
Baca Juga: Rencana Prabowo Hentikan Serangan AS-Israel ke Iran, Dino Patti Djalal: Bunuh Diri Politik
Ia mengaku terjun ke politik karena merasa terpanggil melihat masih banyak persoalan sosial di Jakarta yang membutuhkan keberpihakan kebijakan.
“Ada keterpanggilan ketika melihat kondisi sosial masyarakat yang membutuhkan banyak kebijakan-kebijakan yang berpihak pada masyarakat,” katanya.
Lulusan Fakultas Hukum Universitas Trisakti yang melanjutkan studi magister di Universitas Gadjah Mada ini menilai latar belakang pendidikannya menjadi fondasi penting dalam menyusun regulasi.
Baginya, hukum bukan sekadar norma tertulis, melainkan instrumen keadilan yang harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Sosok Letjen Purn Agus Widjojo, Dubes RI untuk Filipina yang Wafat
Sebelum aktif di parlemen, Wibi terlibat dalam gerakan lingkungan bersama WALHI. Ia juga mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk memberikan pendampingan gratis bagi warga serta berkarier di firma hukum.
Pengalaman advokasi itu membentuk perspektifnya dalam melihat kebijakan sebagai alat perubahan sosial.
Di periode keduanya, Wibi mengemban tugas sebagai Koordinator Komisi D DPRD DKI Jakarta yang membidangi sumber daya air, bina marga, perumahan, hingga lingkungan hidup.
Isu lingkungan menjadi perhatian utamanya. Ia menyoroti persoalan pencemaran udara, pengelolaan sampah, limbah, hingga kualitas air yang berdampak langsung pada kesehatan dan ekonomi warga.
Baca Juga: Anak Meri Hoegeng Kenang Sosok Ibunda yang Penyabar dalam Mendidik
Menurutnya, Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara sudah tidak relevan dengan kondisi Jakarta saat ini.
“Perda itu sudah usang, sudah 20 tahun. Karena itu saya bersama civil society bergerak, berdiskusi, berdialog, dan mendukung PAPRAM untuk mendorong revisi Perda pencemaran udara,” ungkapnya.
Sebagai politisi muda di kursi pimpinan DPRD, Wibi menyadari masih banyak generasi muda yang ragu masuk dunia politik karena dianggap mahal dan penuh modal besar.
Namun ia menepis anggapan tersebut.
Baca Juga: Sosok Farah Dibba Shavira, Kakak Lula Lahfah yang Rela Diperjuangkan Sang Adik
“Jangan pernah berpikir kalau uang itu adalah segalanya. Kalau memang ingin membantu masyarakat dan itu dikerjakan secara konsisten, dari hal kecil, itu bisa membentuk arus dukungan yang besar,” ujarnya.
Ia menekankan, keterlibatan anak muda penting agar kebijakan publik tidak lahir tanpa partisipasi generasi yang akan paling lama merasakan dampaknya.
Dengan latar aktivisme, pendidikan hukum, serta konsistensi pada isu lingkungan dan keadilan sosial, Wibi Andrino menghadirkan potret politisi muda yang berupaya menjembatani idealisme gerakan sipil dengan kerja-kerja formal di parlemen Jakarta. (cr-4)
