Bisa jadi faktornya adalah faktor kemanusiaan. Dari serangan itu, sudah dipastikan akan berjatuhan korban dari sipil yang tidak bersalah.
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Memanas: 70 Ribu Pasukan Cadangan Dipanggil, Benarkah Tanda Dajjal?
Apabila melihat perkembangan eskalasi yang terus memburuk, tentunya tidak berharap konflik ini akan banyak menyeret banyak negara. Cukup konflik ini hanya melibatkan negara bersangkutan saja agar terhindar peristiwa kelam dahulu, Perang Dunia ke-1 dan ke-2, perang negara-negara teluk menjadi contoh nyata bahwa konflik berkepanjangan akan menimbulkan dampak kehancuran peradaban manusia seutuhnya.
Peran PBB dan negara-negara internasional termasuk Indonesia sekalipun mampu memiliki peranan penting dalam kasus ini, paling tidak untuk meminimalisir konflik.
Diplomasi setiap negara dalam meyakinkan bahwa konflik berkepanjangan tidak akan membawa dampak yang bermanfaat sangat penting untuk digaungkan. Selain itu, negara-negara yang memiliki peranan strategis baik dalam segi ekonomi dan politik menarik untuk ditunggu perannya.
Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim di dunia tentu merasa prihatin atas konflik yang terjadi hari ini. Politik bebas aktifnya sudah harus menemukan tajinya.
Jika ternyata Indonesia belum memiliki peran yang signifikan dalam meredam konflik ini, kekuatan doa sajalah yang mungkin bisa diberikan.
