Pengamat Nilai Dominasi Kendaraan Pribadi Masih jadi Penyebab Kemacetan saat Ramadhan

Selasa 03 Mar 2026, 20:49 WIB
Kendaraan pribadi disebut masih jadi penyebab kemacetan di Jakarta selama Ramadhan. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Kendaraan pribadi disebut masih jadi penyebab kemacetan di Jakarta selama Ramadhan. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pergeseran jam kemacetan selama Ramadhan di Jakarta dinilai tak lepas dari perubahan jam kerja serta masih tingginya penggunaan kendaraan pribadi.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyebut, pola lalu lintas cenderung menyesuaikan kebijakan jam masuk dan pulang kerja berubah selama bulan puasa.

"Ya saya kira pastilah (ada pengaruh perubahan jam kerja). Apalagi di Jakarta itu dominasi kendaraan pribadi juga masih tinggi, sementara penggunaan angkutan umumnya juga belum maksimal dalam kota, tetap macet mau bulan puasa atau bukan," kata Djoko saat dikonfirmasi, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurut Djoko, selama ketergantungan terhadap kendaraan pribadi masih besar, setiap perubahan pola aktivitas masyarakat, termasuk penyesuaian jam kerja selama Ramadhan akan langsung berdampak pada kepadatan lalu lintas.

Baca Juga: Pergeseran Jam Macet saat Ramadhan di Jakarta, Polisi Lakukan Antisipasi

Pada titik tertentu, misalkan masyarakat yang hendak berbelanja makanan untuk berpuasa masih gemar menggunakan kendaraan pribadi. Kemudian, ditambah masyarakat yang menggelar buka bersama (bukber).

"Jadi kemacetan itu tetap ada dan tidak berkurang, karena Ramadan tidak mengurangi kepadatan, mungkin hanya bergeser saja waktunya," terang Djoko.

Selain itu, Djoko juga menilai optimalisasi angkutan umum di dalam kota masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

Namun, penanganan kemacetan Jakarta tidak bisa dilakukan secara parsial oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta saja. Ia menekankan pentingnya peran daerah penyangga dalam mengurangi beban kendaraan yang masuk ke ibu kota setiap hari.

Baca Juga: Ada Demo di Jakarta Hari Ini, Waspadai 2 Titik Lokasi Berpotensi Macet

"Jakarta nggak bisa Jakarta kerja sendirian. Daerah-daerah penopang, daerah-daerah penyangga itu ya itu pun harus berbuat sehingga orang-orang itu tidak banyak lagi menggunakan kendaraan pribadi," ujarnya.

Ia menegaskan, selama kawasan perumahan-perumahan di Bodetabek itu tidak terhubung dengan angkutan umum maka cenderung penggunaan pribadi masih tinggi. Sebab dengan keterbatasan akses transportasi umum dari kawasan perumahan menuju Jakarta membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain kendaraan pribadi.

Ketergantungan ini, lanjutnya, menjadi salah satu faktor utama yang memicu kepadatan pada jam-jam tertentu.

"Makanya program-program angkutan perumahan itu kan jangan mengandalkan hanya KRL saja. Kenapa nggak dari perumahan itu ada bus langsung menuju Jakarta? Itu yang belum dilakukan, baru sedikit kan?" ucapnya.

Ia mendorong agar layanan bus langsung dari kawasan perumahan ke Jakarta diperbanyak, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya bergantung pada KRL yang kapasitasnya terbatas. Harapannya masyarakat pun tidak berlama-lama di jalan karena macet, sehingga bisa berbuka puasa bersama keluarga di rumah.

"Jadi dari setiap perumahan itu pagi masuk ke Jakarta, sore balik lagi. Ya JR Connection lah itu harus diperbanyak," katanya.


Berita Terkait


News Update