JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pergeseran jam kemacetan selama Ramadhan di Jakarta dinilai tak lepas dari perubahan jam kerja serta masih tingginya penggunaan kendaraan pribadi.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyebut, pola lalu lintas cenderung menyesuaikan kebijakan jam masuk dan pulang kerja berubah selama bulan puasa.
"Ya saya kira pastilah (ada pengaruh perubahan jam kerja). Apalagi di Jakarta itu dominasi kendaraan pribadi juga masih tinggi, sementara penggunaan angkutan umumnya juga belum maksimal dalam kota, tetap macet mau bulan puasa atau bukan," kata Djoko saat dikonfirmasi, Selasa, 3 Maret 2026.
Menurut Djoko, selama ketergantungan terhadap kendaraan pribadi masih besar, setiap perubahan pola aktivitas masyarakat, termasuk penyesuaian jam kerja selama Ramadhan akan langsung berdampak pada kepadatan lalu lintas.
Baca Juga: Pergeseran Jam Macet saat Ramadhan di Jakarta, Polisi Lakukan Antisipasi
Pada titik tertentu, misalkan masyarakat yang hendak berbelanja makanan untuk berpuasa masih gemar menggunakan kendaraan pribadi. Kemudian, ditambah masyarakat yang menggelar buka bersama (bukber).
"Jadi kemacetan itu tetap ada dan tidak berkurang, karena Ramadan tidak mengurangi kepadatan, mungkin hanya bergeser saja waktunya," terang Djoko.
Selain itu, Djoko juga menilai optimalisasi angkutan umum di dalam kota masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
Namun, penanganan kemacetan Jakarta tidak bisa dilakukan secara parsial oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta saja. Ia menekankan pentingnya peran daerah penyangga dalam mengurangi beban kendaraan yang masuk ke ibu kota setiap hari.
Baca Juga: Ada Demo di Jakarta Hari Ini, Waspadai 2 Titik Lokasi Berpotensi Macet
"Jakarta nggak bisa Jakarta kerja sendirian. Daerah-daerah penopang, daerah-daerah penyangga itu ya itu pun harus berbuat sehingga orang-orang itu tidak banyak lagi menggunakan kendaraan pribadi," ujarnya.
