"Saya justru merasa lebih lancar. Berangkat agak siang sebelum dhuhur, jadi nggak kena macet pagi. Pulangnya juga habis buka puasa, jalanan sudah lebih lengang," katanya.
Perempuan yang berdomisili di Utan Kayu, Jakarta Timur, itu mengatakan, pilihan waktu perjalanan yang lebih fleksibel selama Ramadan sangat membantu menghindari kepadatan, terutama di jam-jam krusial menjelang sore.
Selain itu, penggunaan transportasi umum dinilainya lebih praktis karena tidak perlu memikirkan parkir maupun terjebak antrean kendaraan pribadi.
"TransJakarta juga kan jalurnya sendiri dan nggak lewat tempat-tempat orang cari takjil atau lokasi bukber favorit, jadi relatif aman dari kepadatan tambahan selama Ramadan," pungkas perempuan asal Jawa Tengah tersebut.
