Jam Macet Ramadhan Bergeser, Pengendara Akui Lalin Padat Sejak Pukul 15.00 WIB

Selasa 03 Mar 2026, 22:01 WIB
Pola perubahan kemacetan lalu lintas di Jakarta dirasakan masyarakat selama Ramadhan. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Pola perubahan kemacetan lalu lintas di Jakarta dirasakan masyarakat selama Ramadhan. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah pengguna jalan merasakan perubahan pola kemacetan selama bulan Ramadhan, terutama waktu sore hingga malam.

"Ya terasa terutama jam pulang kerja, jadi dari jam 15.00 WIB itu udah macet di Jalan Jenderal Sudirman tapi mau buka itu sudah landai," kata Arya, 43 tahun, kepada Poskota, Selasa, 3 Maret 2026.

Setiap hari, Arya yang bekerja di kawasan Bendungan Hilir (Benhil) dan berdomisili di Pamulang menggunakan sepeda motor. Ia menyebut, perubahan waktu berangkat dan pulang kerja cukup memengaruhi kondisi jalan yang setiap hari ia lalui.

Meski begitu, ia merasa diuntungkan dengan perubahan jam masuk kerja tersebut, karena tetap berangkat sekitar pukul 06.00 WIB tanpa terganggu kemacetan.

Baca Juga: Pengamat Nilai Dominasi Kendaraan Pribadi Masih jadi Penyebab Kemacetan saat Ramadhan

"Hal yang bisa setiap bulan puasa, ya terasa ada pergeseran jam macet dibanding hari biasa. Biasanya padat banget sore menjelang jam pulang kantor, sekarang justru lebih ramai menjelang buka puasa," ujarnya.

Menurutnya, perubahan ini cukup terasa banyak perkantoran menerapkan jam kerja lebih awal selama Ramadan. Arus kendaraan juga bergerak lebih cepat dari biasanya.

Selain itu, aktivitas masyarakat yang berburu takjil atau bersiap berbuka puasa turut menambah kepadatan di sejumlah ruas jalan utama.

"Saya sih maklum karena jam kerja juga banyak yang pulang lebih cepat dan orang-orang cari takjil," tuturnya.

Baca Juga: Pergeseran Jam Macet saat Ramadhan di Jakarta, Polisi Lakukan Antisipasi

Sementara itu, Ayu, 30 tahun, pengguna angkutan umum seperti TransJakarta mengaku merasakan perjalanan yang relatif lebih lancar selama bulan puasa. Ia menilai strategi berangkat lebih siang dan pulang selepas berbuka membuatnya jarang terjebak kemacetan, berbeda dengan hari-hari biasa di luar Ramadan.


Berita Terkait


News Update