POSKOTA.CO.ID - Pengibaran bendera merah di atas Masjid Jamkaran, Kota suci Qom, viral di tengah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Melalui akun media sosial resmi Masjid Jamkaran, pihak otoritas menegaskan, simbol ini merupakan pesan langsung bagi Washington dan Tel Aviv.
“Pengibaran bendera ‘Ya Lazarat al-Hussein’ di atas kubah Masjid Jamkaran adalah simbol pencarian darah dan balas dendam terhadap penjahat Amerika dan Zionis,” tulis pernyataan resmi tersebut, pada Senin, 2 Maret 2026.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa intelijen AS dan militer Israel bekerja sama dalam operasi presisi pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026.
Baca Juga: Lebaran Masih Lama, Pedagang Blok B Pasar Tanah Abang Mulai Kebanjiran Pesanan
Di mana, menggunakan sistem pelacak tercanggih, rudal menyasar target di Teheran yang melumpuhkan jantung kepemimpinan Iran.
Di sisi lain, Israel disebut memainkan peran strategis dalam dukungan intelijen dan koordinasi militer.
Menanggapi tragedi ini, Pemerintah Iran telah menetapkan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari libur nasional.
Lebih lanjut, pengibaran bendera merah di Qom sendiri memberikan sinyal bahwa Iran tidak hanya akan berkabung, tetapi juga menyiapkan balasan militer yang masif.
Lantas, apa arti bendera merah yang dikibarkan di Masjid Jamkaran Iran? Berikut informasi selengkapnya.
Baca Juga: Daftar Wilayah Pencairan Rp600.000 dari BPNT Tahap 1 2026, KPM Segera Cek Statusnya di Sini
Apa Arti Bendera Merah yang Dikibarkan di Masjid Jamkaran Iran ?
Secara historis, bendera merah memiliki akar kuat dalam simbolisme Syiah. Warna merah melambangkan darah para martir serta panggilan untuk menegakkan keadilan.
Dalam tradisi tersebut, bendera ini dikibarkan di atas tempat ibadah utama hanya pada momen tertentu, khususnya saat terjadi peristiwa tragis atau tindakan tidak adil yang menimpa tokoh penting.
Pengibaran di atas kubah Masjid Jamkaran yang memiliki makna spiritual penting bagi umat Syiah sendiri menjadi simbol dengan resonansi religius sekaligus politis yang sangat kuat.
Melansir laporan NDTV, dalam tradisi Syiah, warna merah memiliki makna mendalam terkait tuntutan balas dendam atas darah yang tertumpah secara tidak adil.
Berbagai media internasional menilai pengibaran bendera ini sebagai sinyal peringatan keras bagi Amerika Serikat dan Israel bahwa rakyat serta pendukung Khamenei tidak akan membiarkan insiden tersebut berlalu tanpa respons militer lebih lanjut.
