POSKOTA.CO.ID - Sosok Andhika Sudarman tengah menjadi sorotan usai terseret dalam isu dugaan pelecehan seksual.
Kasus ini mencuat setelah kesaksian beberapa individu beredar dan menjadi perbincangan warganet.
Sorotan publik semakin menguat karena Andhika sebelumnya dikenal memiliki citra positif sebagai figur muda inspiratif.
Latar belakang akademik yang kuat serta kiprahnya membangun sejumlah startup di bidang pendidikan dan teknologi sumber daya manusia membuat namanya cukup populer di kalangan generasi muda.
Banyak pelajar dan mahasiswa yang mengenalnya melalui seminar, program mentoring, maupun konten edukasi yang beredar di berbagai platform digital.
Di tengah derasnya opini yang berkembang, Andhika Sudarman akhirnya angkat bicara.
Ia menyampaikan pernyataan resmi melalui akun Instagram pribadinya untuk merespons tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Terlepas dari polemik yang berkembang, siapa sebetulnya Andhika Sudarman dan apa agamanya? Simak informasi mengenai rekam jejaknya berikut ini.
Baca Juga: Apa Itu Status PTKP? Ini Arti K3, K0, TK0, HB hingga K2 yang Wajib Diketahui Pekerja
Klarifikasi Andhika Sudarman
Di tengah derasnya pemberitaan dan opini publik, Andhika akhirnya menyampaikan klarifikasi secara terbuka.
Ia menyatakan, permohonan maaf kepada berbagai pihak yang merasa terdampak atas polemik yang berkembang sejak akhir Februari 2026.
Dalam klarifikasinya, Andhika menyampaikan permohonan maaf kepada peserta, alumni, orang tua, rekan kerja, hingga masyarakat yang merasa tidak nyaman atas situasi yang berkembang sejak akhir Februari 2026.
Meski demikian, dia menegaskan tidak pernah melakukan tindakan pelecehan seksual seperti yang dituduhkan.
"Namun, secara tegas saya menyatakan tidak pernah melakukan, ataupun berniat melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun, apalagi terhadap anak di bawah umur," ujar dia.
Pihaknya juga menyinggung kemungkinan adanya perbedaan persepsi dalam pola komunikasi dan interaksi profesionalnya.
Dia mengakui bahwa gaya komunikasi dan interaksinya dalam lingkungan profesional, khususnya yang melibatkan anak muda, bisa saja menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian orang.
Menurut dia, pengalaman ini menjadi refleksi penting agar batasan interaksi dijaga lebih jelas ke depan.
"Saya memahami setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda. Perasaan setiap individu adalah valid terlepas dari intensi yang dimiliki pihak lainnya," katanya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Andhika membuka ruang dialog serta mempersilakan pihak independen melakukan verifikasi.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Andhika juga membuka ruang komunikasi bagi siapa pun yang ingin menyampaikan pengalaman atau klarifikasi secara langsung.
Dia bahkan, mengundang institusi pihak ketiga yang independen dan kredibel untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh tuduhan yang beredar.
"Saya berharap proses ini dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak," ucapnya.
Dalam pernyataan yang sama, Andhika juga mengumumkan langkah strategis terkait pengelolaan program yang ia dirikan.
Tak hanya itu, Andhika menyampaikan bahwa efektif mulai hari ini, Senin 2 Maret 2026, pengelolaan program SFL akan dipimpin oleh Geraldine Abigail.
Langkah tersebut diambil untuk menjaga objektivitas serta memastikan tata kelola program berjalan profesional di tengah polemik yang terjadi.
Program yang dimaksud adalah SejutaCita Future Leaders (SFL), sebuah komunitas pengembangan diri yang cukup dikenal di kalangan pelajar dan mahasiswa Indonesia.
Di akhir pernyataannya, Andhika Sudarman menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan.
Dia menyadari kepercayaan publik tidak bisa dipulihkan dalam waktu singkat, namun berjanji akan mendukung perbaikan agar ke depan program yang dijalankan dapat memberikan pengalaman lebih aman dan profesional bagi seluruh peserta.
"Kepada siapa pun yang merasa tidak mendapatkan lingkungan kerja yang profesional dan sehat, saya menyampaikan permohonan maaf dan akan memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi," kata Andhika Sudarman.
Baca Juga: Viral di Media Sosial! Indy Barends Klarifikasi Soal Kondisi Anaknya yang Diduga Depresi
Andhika Sudarman Siapa dan Apa Agamanya?
Andhika Sudarman dikenal sebagai salah satu figur muda Indonesia dengan rekam jejak akademik dan profesional yang mentereng.
Lulusan Harvard Law School ini membangun sejumlah startup di bidang pengembangan talenta dan teknologi SDM.
Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, Andhika menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi Master of Laws (LL.M.) di Harvard Law School melalui beasiswa LPDP.
Selama di Harvard, dia tercatat menerima Dean’s Award for Community Leadership serta terpilih sebagai Class Marshal Elect HLS Class of 2020.
Dirinya juga aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa, termasuk komunitas mahasiswa Asia Pasifik dan Indonesia di Harvard.
Tak hanya itu, Andhika pernah terlibat dalam forum kepemudaan internasional seperti One Young World dan memiliki pengalaman kompetisi akademik, termasuk partisipasi dalam Harvard National Model United Nations.
Keterlibatan ini memperluas eksposurnya di panggung global sekaligus memperkuat citra sebagai pemimpin muda dengan perspektif internasional.
Selain dunia akademik, Andhika juga dikenal aktif membangun ekosistem talenta muda di Indonesia.
Fokusnya tidak hanya pada pendidikan formal, tetapi juga pada penciptaan platform yang menjembatani kebutuhan pelajar, mahasiswa, dan profesional muda dengan berbagai peluang pengembangan diri.
Selain kiprah akademik, dia dikenal sebagai penulis buku pengembangan diri dan pendidikan, di antaranya Kitab Suci Kuliah dan Masuk PTN itu Gampang?, yang menyasar pelajar dan mahasiswa Indonesia.
Buku-buku tersebut banyak digunakan sebagai referensi motivasi bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun luar negeri.
Sepulang dari Amerika Serikat, Andhika fokus membangun ekosistem talenta muda melalui sejumlah perusahaan rintisan, yakni sebagai berikut.
Founder & CEO SejutaCita Future Leaders (SFL) — komunitas pelajar dan mahasiswa yang menyediakan akses beasiswa, kompetisi, dan program pengembangan diri. Platform ini dikenal luas karena rutin menggelar berbagai program edukatif berskala nasional.
Founder & CEO Dealls — platform pencarian kerja, CV builder, dan mentoring karier yang menghubungkan talenta muda dengan perusahaan. Dealls diposisikan sebagai jembatan antara lulusan baru dan dunia industri.
Founder & CEO KantorKu HRIS — sistem teknologi manajemen sumber daya manusia (HR Tech) berbasis digital untuk perusahaan. Produk ini menyasar kebutuhan korporasi dalam mengelola administrasi dan pengembangan SDM secara lebih efisien.
Di sisi lain, informasi mengenai agama yang dianut Andhika Sudarman hingga kini belum terungkap secara rinci ke publik.
Tidak terdapat keterangan resmi, baik melalui pernyataan pribadi maupun profil terbuka yang bersangkutan, yang secara eksplisit menyebutkan latar belakang keyakinannya.
