Baca Juga: Bolehkah Presiden Suatu Negara Menculik Presiden Negara Lain? Ini Penjelasan Hukum Internasional
- Menghapus jabatan sultan dan khalifah
- Menutup pengadilan serta sekolah agama
- Mengganti alfabet Arab dengan huruf Latin
- Mengadopsi kalender Masehi
- Menjadikan hari Minggu sebagai hari libur nasional
- Menerapkan sistem hukum bergaya Eropa
Ia juga mendorong industrialisasi dan modernisasi ekonomi. Kebijakan tersebut mempercepat westernisasi Turki, tetapi sekaligus mengurangi peran Islam dalam kehidupan publik.
Meski Turki secara formal menganut sistem demokrasi, Ataturk kerap membungkam oposisi dengan pendekatan otoriter demi menjaga stabilitas dan arah reformasi.
Akhir Hayat dan Warisan
Pada 10 November 1938, Mustafa Kemal Ataturk wafat di Istana Dolmabahce, Istanbul.
Ia tidak memiliki keturunan. Kepemimpinannya diteruskan oleh Ismet Inonu, yang melanjutkan agenda sekularisasi dan modernisasi.
Hingga kini, warisan Ataturk tetap menjadi fondasi identitas Turki modern.
Ia dikenang sebagai arsitek negara sekuler, namun perannya dalam mengakhiri Kekaisaran Ottoman dan kebijakan kerasnya terus menjadi bahan perdebatan sejarah.
