Korban mengaku seorang pria berinisial MIF terus berada sangat dekat dan mengikuti setiap pergerakannya dalam gerbong. Situasi ramai membuat kontak fisik dianggap wajar, tapi korban merasa ditempeli pelaku secara sengaja.
Saat suasana kereta mulai lengang, korban menyebut terduga pelaku melakukan tindakan tidak senonoh berupa kontak fisik yang disengaja. Kejadian itu berlangsung di gerbong umum, karena korban tidak mendapatkan tempat di rangkaian perempuan.
