Prof. Achmad Tjachja Nugraha, Konsisten Lahirkan Inovator Teknologi di Indonesia

Jumat 27 Feb 2026, 05:03 WIB
Guru Besar Program Studi Agribisnis UIN Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Guru Besar Program Studi Agribisnis UIN Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID  - Di tengah derasnya arus digitalisasi yang mengubah cara manusia bekerja, belajar, hingga berbisnis, sosok Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha tampil sebagai figur akademisi yang konsisten mendorong lahirnya inovator teknologi di Indonesia.

Melalui buku terbarunya, Technopreneurship Teori, Aplikasi, dan Implementasi dalam Bisnis Berbasis Teknologi, ia menjawab keresahan banyak kalangan bahwa, bagaimana memanfaatkan teknologi bukan hanya sebagai pengguna, tetapi sebagai pencipta inovasi yang bernilai ekonomi.

Buku itu terbit pada awal puasa 18 Februari 2026, dengan ketebalan lebih dari 600 halaman. Buki ini menjadi semacam peta jalan bagi siapa saja yang ingin membangun bisnis berbasis teknologi secara terstruktur dan berkelanjutan.

Sebagai Guru Besar Program Studi Agribisnis UIN Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha menegaskan, technopreneurship tidak sekadar mendirikan startup atau membuat aplikasi digital.

Baca Juga: Yanuar Faisal Sakit Apa? Jejak Unggahan Manajer Hindia Jadi Petunjuk sebelum Meninggal Dunia

Menurutnya, technopreneurship adalah seni berpikir strategis dalam melihat peluang, merancang model bisnis, serta menjaga keberlanjutan usaha di tengah persaingan global yang kian ketat.

"Teknologi hanyalah alat. Nilai tambahnya muncul ketika inovasi dipadukan dengan strategi bisnis yang tepat," kata Achmad.

Dalam karyanya, Prof Achmad menguraikan langkah demi langkah membangun bisnis teknologi. Mulai dari menggali ide yang lahir dari masalah nyata, menyusun perencanaan usaha yang matang, hingga membaca risiko di dunia digital yang bergerak cepat. Ia juga menekankan pentingnya strategi pemasaran digital dan branding sebagai kunci bertahan di pasar yang kompetitif.

Salah satu bahasan yang menonjol adalah strategi "Blue Ocean", yakni pendekatan untuk keluar dari persaingan pasar yang padat dan menciptakan ruang pasar baru dengan kompetitor yang minim.

Baca Juga: Sosok Mantan Suami Lindi Fitriyana Siapa? Fakta Pernikahan Lama Calon Istri Virgoun Terkuak Jelang Akad

Dengan strategi ini, pelaku usaha teknologi dinilai mampu membangun keunggulan yang berkelanjutan. Tak hanya kuat di teori, Prof Achmad juga dikenal sebagai akademisi yang menggabungkan pendekatan praktis dalam setiap gagasannya.

"Konsep-konsep yang kompleks dijabarkan secara aplikatif sehingga mudah dipahami mahasiswa, dosen, peneliti, hingga pelaku usaha, termasuk UMKM," ungkapnya.

Ia melihat Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar, didukung populasi besar dan penetrasi internet yang terus meningkat. Namun, potensi tersebut, menurutnya, hanya bisa diwujudkan jika lahir technopreneur visioner yang berani berinovasi dan berpikir strategis.

"Kita tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi. Kita harus mampu menjadi pencipta inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: Gheovanny Methami Lulusan Mana? Ini Rekam Jejak Sosok di Balik Kritik Pedas LPDP Tasya Kamila

Peluncuran buku ini pun bukan sekadar menambah khazanah literatur akademik, tetapi juga menjadi upaya nyata membangun ekosistem technopreneurship di Indonesia. Prof Achmad berharap generasi muda, khususnya mahasiswa dan pelaku UMKM, berani mengambil langkah strategis dalam bisnis berbasis teknologi.

Dengan bahasa yang runtut, pendekatan sistematis, serta pembahasan mendalam, buku ini diproyeksikan menjadi referensi penting bagi para pembelajar kewirausahaan, entrepreneurship, dan technopreneurship.

Lebih dari sekadar teori, karya ini juga menjadi pemantik semangat untuk bertindak dan menciptakan inovasi nyata di era digital.


Berita Terkait


News Update