POSKOTA.CO.ID - Industri kreatif digital Indonesia tengah menjadi sorotan usai pernyataan tegas yang disampaikan, CEO sekaligus founder Toge Productions, Kris Antoni.
Dalam unggahannya di X, Kris secara terbuka menyampaikan kekecewaan dan frustrasinya terhadap perlakuan otoritas pajak yang dinilai tidak adil dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas.
Kris Antoni menjelaskan, perusahaannya dijatuhi tuntutan kurang bayar pajak oleh oknum petugas pajak.
Pokok persoalan terletak pada perbedaan penafsiran terkait biaya pengembangan game, khususnya mengenai penggajian karyawan selama masa produksi.
Otoritas pajak berpendapat bahwa, gaji karyawan tersebut seharusnya diamortisasi atau dialokasikan sebagai biaya jangka panjang, bukan dibebankan langsung sebagai biaya operasional pada tahun berjalan.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kris menegaskan, Toge Productions tidak pernah mengajukan permohonan kapitalisasi biaya pengembangan, apalagi memenuhi syarat administratif untuk menerapkan skema tersebut.
Menurutnya, tuntutan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga dipaksakan secara sepihak.
“Katakan saja tidak. Jangan setuju dengan hal itu,” tulis Kris sebagai pesan tegas, seperti dikutip pada Kamis, 26 Februari 2026.
Lebih dari sekadar persoalan finansial, Kris mengungkapkan bahwa sengketa pajak ini telah menguras energi, waktu, dan fokus timnya.
Padahal, sumber daya tersebut seharusnya dapat dialokasikan untuk mengembangkan karya-karya baru yang berpotensi mengangkat nama Indonesia di kancah internasional.
Pihaknya juga mengungkapkan kesedihannya karena telah mendedikasikan sekitar 17 tahun hidupnya untuk membangun dan memajukan industri game nasional.
