POSKOTA.CO.ID - Menjelang Lebaran 2026, Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib yang selalu dinantikan umat Islam menjelang akhir bulan Ramadan.
Selain sebagai penyempurna ibadah puasa, zakat fitrah juga memiliki makna sosial yang sangat kuat karena membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan saat Hari Raya Idul Fitri.
Melalui zakat fitrah, umat Islam diajak untuk saling berbagi dan mempererat solidaritas sosial. Ibadah ini bukan sekadar kewajiban individu, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Namun, penyaluran zakat fitrah tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Islam telah menetapkan golongan tertentu yang berhak menerima zakat agar manfaatnya tepat sasaran sesuai dengan tuntunan syariat.
Baca Juga: Berkah Ramadhan, Pelaku Usaha Buah Kolang Kaling di Lebak Banjir Pesanan
Dasar Hukum Penerima Zakat Fitrah dalam Al-Quran
Poskota melansir dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada, 27 Februari 2026, Al-Quran telah menjelaskan secara tegas siapa saja yang berhak menerima zakat.
Ketentuan ini tercantum dalam Surah At-Taubah ayat 60 yang menyebutkan delapan golongan penerima zakat atau dikenal dengan istilah asnaf.
“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) para hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan), sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (QS. At-Taubah Ayat 60)
Ayat tersebut menjadi pedoman utama dalam pendistribusian zakat, termasuk zakat fitrah, agar manfaatnya benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Baca Juga: 15 Ide Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 2026 yang Seru dan Edukatif untuk Siswa SD-MI
Golongan Penerima Zakat Fitrah
- Fakir
Golongan fakir merupakan orang-orang yang hampir tidak memiliki harta maupun penghasilan. Mereka kesulitan memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal sehingga sangat membutuhkan bantuan dari zakat.
- Miskin
Berbeda dengan fakir, golongan miskin masih memiliki penghasilan atau pekerjaan. Namun, pendapatan yang diperoleh belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari secara layak.
- Amil
Amil adalah pihak yang bertugas mengelola zakat, mulai dari pengumpulan, pendataan, hingga penyaluran kepada para penerima. Mereka berhak mendapatkan bagian zakat sebagai bentuk penghargaan atas tugas yang dijalankan.
- Mualaf
Mualaf atau orang yang baru memeluk agama Islam termasuk golongan penerima zakat. Pemberian zakat bertujuan membantu mereka beradaptasi sekaligus memperkuat keimanan dalam menjalani kehidupan barunya sebagai Muslim.
- Riqab
Pada masa lalu, zakat digunakan untuk memerdekakan hamba sahaya. Dalam konteks modern, riqab sering dimaknai sebagai bantuan bagi individu yang tertindas atau menjadi korban perdagangan manusia dan bentuk perbudakan modern lainnya.
- Gharimin
Gharimin adalah orang yang memiliki utang dalam jumlah besar dan tidak mampu melunasinya. Namun, zakat hanya diberikan kepada mereka yang berutang untuk kebutuhan yang halal, bukan untuk kepentingan maksiat.
- Fisabilillah
Golongan fisabilillah mencakup individu atau kelompok yang berjuang di jalan Allah demi kepentingan umat. Contohnya meliputi pendakwah, pengajar agama, hingga relawan sosial yang berkontribusi dalam kegiatan keislaman dan kemasyarakatan.
- Ibnu Sabil
Ibnu sabil adalah musafir atau orang yang sedang melakukan perjalanan jauh untuk tujuan kebaikan, kemudian mengalami kesulitan biaya di tengah perjalanan sehingga membutuhkan bantuan.
Baca Juga: Besaran Zakat Fitrah Tahun 2026 Berapa? Segini Ketentuan Baznaz untuk Wilayah Jabodetabek
Pentingnya Memahami Golongan Penerima Zakat
Memahami siapa saja yang berhak menerima zakat fitrah menjadi langkah penting agar ibadah yang ditunaikan sesuai dengan ajaran Islam.
Penyaluran yang tepat tidak hanya membuat zakat menjadi sah, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
Dengan mengenal delapan golongan asnaf tersebut, umat Islam dapat menunaikan zakat fitrah secara lebih bijak dan penuh makna.
Harapannya, zakat yang diberikan mampu menjadi sumber keberkahan bagi penerima sekaligus penyuci harta dan jiwa bagi yang menunaikannya. Selamat menunaikan zakat fitrah dan menyambut Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan.
