Jumlah armada Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) bertambah dari 156 unit menjadi 162 unit. Sementara Bengkel Mitra Isuzu (BMI) meningkat dari 165 menjadi 175 unit.
Jaringan part shop juga diperluas menjadi 2.097 titik pada 2025, naik dari 1.930 pada tahun sebelumnya. Selain itu, pelanggan tetap didukung empat Part Depo serta layanan Mechanic & Part on Site untuk sektor seperti pertambangan dan perkebunan.
Penguatan layanan ini berdampak pada pendapatan suku cadang yang tumbuh 4,6 persen secara tahunan dan terus meningkat dalam lima tahun terakhir.
Baca Juga: Isuzu Tampilkan Inovasi Kendaraan Ramah Lingkungan di Japan Mobility Show 2025
Strategi dan Target Isuzu di 2026
Memasuki 2026, IAMI menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih baik dengan tetap berfokus pada kebutuhan pelanggan.
Perusahaan melihat peluang dari proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan berada di kisaran 5 persen, lebih tinggi dari proyeksi global sekitar 3,1 persen. Penurunan suku bunga acuan juga dinilai membuka peluang pembiayaan yang lebih kompetitif bagi pelaku usaha.
Hideshima menegaskan bahwa 2026 akan menjadi fase penguatan, termasuk melalui peningkatan kandungan lokal dan modernisasi fasilitas produksi.
IAMI akan mempertahankan strategi Customer Centric Value dengan memperkuat operasional dealer serta menghadirkan program yang sesuai kebutuhan pelanggan.
Selain itu, perusahaan mengedepankan Solution Driven Success Value melalui peningkatan uptime kendaraan dan pemanfaatan teknologi telematics Isuzu Link.
“Melalui serangkaian strategi yang sudah ditetapkan tahun ini, PT IAMI menargetkan kendaraan Isuzu bisa berkontribusi terhadap pangsa pasar kendaraan komersial di Indonesia pada tahun 2026. Optimisme ini juga diiringi dengan semangat Isuzu menjadi Real Partner, Real Journey bagi Isuzu Partner sebagai pelanggan dalam setiap perjalanan bisnisnya,” tutup Hideshima.
