Jika kondisi ini tidak ditangani, produktivitas menurun dan ibadah pun menjadi kurang optimal.
Pola Minum 2-4-2 untuk Memenuhi Kebutuhan Cairan
Untuk membantu masyarakat mencukupi kebutuhan cairan harian saat puasa, ahli kesehatan merekomendasikan pola minum 2-4-2.
Pola tersebut terdiri dari:
- 2 gelas air putih saat berbuka,
- 4 gelas di malam hari,
- 2 gelas saat sahur.
Total delapan gelas ini mampu memenuhi kebutuhan cairan sekitar dua liter per hari bagi orang dewasa. Meski demikian, kebutuhan tiap individu dapat berbeda tergantung aktivitas harian, kondisi kesehatan, dan berat badan.
Seorang dokter gizi menjelaskan, “Pola 2-4-2 adalah pendekatan praktis agar masyarakat memiliki patokan jelas. Yang penting, minum dilakukan secara bertahap, bukan dalam jumlah besar sekaligus.”
Pentingnya Manajemen Waktu Minum
Selain jumlah air yang diminum, waktu konsumsi juga menjadi faktor utama agar tubuh tetap terhidrasi. Minum air secara bertahap memungkinkan tubuh menyerap cairan secara efektif. Sebaliknya, konsumsi air dalam jumlah besar sekaligus justru dapat membuat tubuh cepat mengeluarkan cairan melalui urin.
Masyarakat diimbau untuk membatasi minuman berkafein seperti kopi, teh pekat, atau minuman bersoda. Kafein bersifat diuretik, yang membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Kafein boleh dikonsumsi, namun sebaiknya tidak berlebihan. Prioritaskan air putih sebagai sumber hidrasi utama.
Baca Juga: Jadwal Imsak di Kota Bandung Hari Ini Kamis 26 Februari 2026
Manfaat Menjaga Hidrasi Selama Ramadan
Memenuhi kebutuhan cairan secara konsisten memberi berbagai manfaat yang mendukung kelancaran puasa. Di antaranya:
- Suhu tubuh tetap stabil
- Sistem metabolisme bekerja optimal
- Pencernaan lebih lancar
- Konsentrasi tetap terjaga
- Energi tidak cepat menurun
Air putih terlihat sederhana, namun perannya begitu vital. Dengan hidrasi yang cukup, tubuh lebih siap menjalankan aktivitas harian dan ibadah dapat dilakukan secara lebih nyaman dan fokus.
Menjaga hidrasi selama puasa bukan hanya soal minum delapan gelas sehari, tetapi juga tentang memahami kebutuhan tubuh, pola minum yang tepat, dan memilih minuman yang tidak mengganggu keseimbangan cairan.
Pola 2-4-2 menjadi solusi praktis untuk memastikan tubuh mendapatkan cairan cukup selama Ramadan. Dengan tubuh yang terhidrasi dengan baik, ibadah puasa dapat dijalankan secara optimal tanpa gangguan kesehatan.
