POSKOTA.CO.ID - Masalah kulit sering menjadi yang paling banyak dikeluhkan selama menjalani puasa. Bukan tanpa sebab, kulit wajah atau tubuh kerap menjadi lebih kering selama berpuasa.
Hal tersebut adalah hal yang wajar sebab tubuh beradaptasi dengan kondisi kita yang harus menahan rasa haus selama seharian.
Menurut dr. Amanda Nandi Wardani secara ilmiah ketika sedang berpuasa tubuh mengalami adaptasi terhadap pola makan dan pola minum yang berubah termasuk kulit juga mengalami adaptasi besar-besaran.
Dia mengatakan bahwa selama berpuasa tubuh akan mengalami kekurangan cairan. Kondisi itu pun berpengaruh pada kulit tubuh.
Baca Juga: 5 Tips Tetap Sehat Selama Puasa Ramadhan, Tubuh Selalu Bugar
Penyebab Kulit Kering Saat Berpuasa
Kulit bisa menjadi lebih kering karena tidak ada asupan cairan saat berpuasa sehingga penting untuk menghidrasi tubuh yang cukup saat berbuka dan sahur.
"Yang jadi perhatian khusus adalah saat berpuasa terkadang hidrasi kita itu jadi lebih sedikit dibandingkan saat kita tidak berpuasa jadi risikonya terjadi dehidrasi pada kulit. Ibaratnya di gurun pasir tidak ada air ya lama-lama kulit semakin kering atau kulit tandus jadi itu yang harus diwaspadai jika hidrasinya terbatas dari minuman kita bisa tetap bantu dari luar," jelasnya.
Salah satu ciri yang mudah dilihat apakah kulit kering atau tidak yaitu pada guratan atau retakan di kulit.
Kulit bersisik atau iritasi juga menjadi tanda kulit harus mendapat perhatian lebih karena sudah terlalu kering.
"Salah satu ciri atau tanda kulit kurang terhidrasi satu relif kulit atau guratan-guratan kulit terlihat lebih nyata atau kayak retak-retak gitu itu artinya kulit udah minta pertolongan atau bisa juga kulit bersisik, mengelupas gitu atau bahkan sampai ada iritasi merah, beruntusan ," kata dr Amanda.
"Selain secara klinis kalau mau uji sendiri adalah dengan melakukan lakukan goresan dipermukaan kulit contohnya dengan kuku terus kita gores kalau meninggalkan garis putih atau biasa disebut oleh white dermographism itu artinya kulit kurang terhidrasi. Selain itu juga ada yang lebih objektif lagi kalau di klinik ada alat yang dapat menilai kelembapan kulit," lanjutnya.
