“Saya jualan di sini sudah empat kali Ramadan. Masih terbilang baru juga sih,” ujar Mila saat ditemui, Rabu, 25 Februari 2026.
Mila menjajakan beragam jenis bubur dengan pilihan topping dan varian rasa, mulai dari bubur candil, ketan, mutiara, sumsum pandan, sumsum putih, candil ubi ungu, hingga kolak pisang. Tak hanya itu, tersedia pula berbagai kue tradisional sebagai pelengkap takjil berbuka.
Soal harga, Mila memastikan tetap terjangkau. Setiap porsi bubur dibanderol Rp20.000, harga yang dinilai sepadan dengan rasa dan porsi yang disajikan.
Baca Juga: Masjid Lautze, Simbol Pembauran Islam dan Tionghoa di Jantung Pecinan Jakarta
Sementara itu, salah satu pengunjung, Iin, 34 tahun mengaku rutin membeli takjil di Benhil bersama suami dan anaknya. Menurutnya, selain banyak pilihan, cita rasa makanan di kawasan ini juga memuaskan.
“Biasa sering beli di sini, pilihannya banyak, enak, murah-murah lagi,” kata Iin.
“Kalau ke sini jangan terlalu sore, rame banget. Kalau bisa datang lebih awal,” ucapnya.
Tradisi berburu takjil di Benhil bukan sekadar rutinitas tahunan. Lebih dari itu, ia telah menjadi bagian dari denyut Ramadan di Jakarta ruang di mana ekonomi kerakyatan bergerak, kebersamaan terjalin, dan suasana religius berpadu dengan dinamika kehidupan kota. (cr-4)
