"Komposisi angkatan kerja di Jakarta pada November 2025 terdiri dari 5,18 juta orang penduduk yang bekerja dan 349 ribu orang pengangguran," ujar Kadarmanto.
Baca Juga: Sempat Terganggu Sebulan, Warga Jembatan Besi Jakbar Kembali Dapat Air Bersih PAM Jaya
Adapun angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 67,30 ribu orang dibandingkan data Agustus 2025 lalu.
"Jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 67,30 ribu orang, penduduk bekerja bertambah sebanyak 48,67 ribu orang, di sisi lain pengangguran juga bertambah 18,63 ribu orang," kata dia.
Kadarmanto mengungkapkan, Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) laki-laki mencapai 6,90 persen, lebih tinggi dibanding perempuan sebesar 5,43 persen.
"Pada November 2025, TPT laki-laki sebesar 6,90 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 5,43 persen. TPT laki-laki naik 0,69 persen poin, sedangkan TPT perempuan turun 0,36 persen poin jika dibandingkan Agustus 2025," ungkap Kadarmanto.
Sementara itu, dari tingkat pendidikan, lulusan SMA umum masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi. Dia menyebut, pada November 2025 TPT tamatan SMA umum merupakan yang tertinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 8,14 persen.
"TPT terendah terjadi pada tamatan Diploma 1/II/III sebesar 3,44 persen," kata dia.
Selanjutnya, untuk tamatan SMK sebesar 7,84 persen, TPT Universitas sebesar 5,47 persen, TPT SD ke bawah sebesar 4,06 persen, dan TPT SMP sebesar 3,66 persen.
"Dibandingkan Agustus 2025, TPT tamatan Diploma I/II/III turun 2,46 persen poin, TPT tamatan SMP turun 1,47 persen poin, dan TPT tamatan Universitas turun 0,64 persen poin," ucapnya.
Kadarmanto mengatakan, TPT mengalami peningkatan pada tamatan lainnya. Peningkatan TPT terbesar pada tamatan SD ke bawah yaitu naik 1,23 persen poin.
"Apabila dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh angkatan kerja, TPT November 2025 mempunyai pola yang sedikit berbeda dengan Agustus 2025," ujarnya. (cr-4)
