Ketua DPRD DKI Soroti Minimnya Anggaran Ketenagakerjaan di Tengah Naiknya Pengangguran Jakarta

Rabu 25 Feb 2026, 21:13 WIB
Ilustrasi, data pengangguran di Jakarta. (Sumber: freepik)

Ilustrasi, data pengangguran di Jakarta. (Sumber: freepik)

"Jadi saya meminta agar dicarikan solusi, di antaranya setiap pekerja kan ada medical check up, ada psikotes, ini kan punya Pemda semua, bisa diberikan perintah kepada Dinkes ya untuk menggratiskan kepada para calon pekerja gitu ya, misalnya gitu ya," ucap dia. 

"Banyak fasilitas Pemda yang bisa digunakan untuk tempat pelatihan bagi pekerja, ya ada JakTour, ada Transjakarta untuk pelatihan sopir, pramudi,  ada Bank Jakarta yang membiayai, semua di bawah kekuasaan eksekutif," katanya.

Menurutnya, meski terjadi penurunan anggaran, pemerintah tetap bisa mengambil langkah strategis melalui penugasan kepada BUMD untuk membantu mengatasi pengangguran. 

"Ya kalaupun anggaran berkurang tapi bisa penugasan kepada BUMD terkait untuk bisa membantu mengatasi pengangguran," katanya. 

Baca Juga: DPRD DKI Ingatkan Pemprov Jakarta Relokasi Warga Kampung Bilik Harus Perhatikan Aspek Kemanusiaan

Khoirudin mengaku prihatin melihat situasi saat ini, ketika lapangan pekerjaan semakin terbatas sementara anggaran untuk mencetak tenaga kerja justru tidak memadai. 

"Saya sedih ya, di tengah ekonomi sulit, sementara kerjaan sulit, sementara yang butuh tenaga kerja kita enggak bisa menganggarkan," ujar dia. 

Sebelumnya, Jumlah pengangguran di Jakarta mengalami peningkatan pada November 2025 seiring bertambahnya angkatan kerja baru yang masuk ke pasar tenaga kerja. 

Meski jumlah penduduk bekerja ikut naik, laju penyerapan tenaga kerja belum sepenuhnya mampu menahan kenaikan tingkat pengangguran terbuka (TPT).

Kenaikan Angka Pengangguran di Jakarta

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat pada November 2025 menunjukkan penduduk usia kerja di Jakarta mencapai 8,44 juta orang, naik sekitar 10 ribu orang dibanding Agustus 2025.

"Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja, yaitu sebesar 5,53 juta orang, sisanya adalah bukan angkatan kerja sebanyak 2,91 juta orang," ucap Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Namun, Kadarmanto mengatakan, sebanyak 349 ribu penduduk Jakarta masih menganggur pada November 2025. Disisi lain, orang yang sudah bekerja di Jakarta mencapai 5,53 juta orang. 


Berita Terkait


News Update