Sementara di pasar domestik, mayoritas pikap yang diproduksi merupakan tipe 4x2. Selain pilihan model 4x4 yang terbatas, harganya juga relatif lebih tinggi.
Faktor pajak turut membuat pikap 4x4 di dalam negeri kurang kompetitif, sehingga konsumen Indonesia selama ini lebih banyak memilih varian 4x2.
Industri Lokal Dinilai Tetap Kompeten
Meski demikian, sejumlah produsen telah merakit pikap di Indonesia, antara lain Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota, dan Daihatsu.
Banyak model yang diproduksi lokal sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Karena itu, pelibatan industri domestik dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi lebih luas melalui rantai pasok nasional.
Perdebatan mengenai skema pemenuhan kebutuhan kendaraan koperasi ini pun masih terus bergulir, seiring dorongan agar kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan penguatan industri otomotif dalam negeri.
