"Truk kontainer dan bus besar masih lewat sini. Dengan kondisi tinggal satu lajur, ini jelas tidak ideal. Saya minta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera cari solusi konkret," tuturnya.
Kent menyampaikan bahwa bahwa pembangunan flyover Latumenten yang merupakan proyek strategis ini tidak boleh mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga.
Menurutnya, flyover Latumenten ini justru sengaja dibangun guna mengatasi kemacetan di kawasan tersebut.
Baca Juga: 5 Jalur Alternatif Puncak Bogor untuk Hindari Macet Libur Long Weekend Imlek 2026, Cek di Sini
“Tapi jangan sampai prosesnya justru menyengsarakan masyarakat setiap hari. Harus ada pengaturan lalu lintas yang lebih tegas, pengawasan di lapangan yang konsisten,” ucap dia.
Terpisah, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan menyatakan, pihaknya telah mengimbau pengguna jalan untuk mencari rute alternatif.
Namun, untuk pembatasan kendaraan besar, pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan.
"Kami akan koordinasi dengan pengusaha angkutan wilayah barat. Pemprov juga sudah bersurat ke pusat. Nanti akan kami update," katanya.
Perlu diketahui, proyek flyover Latumenten sendiri dibangun dengan panjang sekitar 380 meter dan digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan, akibat perlintasan kereta api di kawasan tersebut.
Setelah rampung, Jalan Latumenten direncanakan hanya digunakan sebagai akses kendaraan umum.
