GIICOMVEC 2026 Siap Digelar di JIExpo Kemayoran, Gaikindo Bidik 11 Ribu Pelaku Industri

Selasa 24 Feb 2026, 12:57 WIB
Gaikindo akan menggelar GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran pada 8–11 April. (Sumber: GIICOMVEC)

Gaikindo akan menggelar GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran pada 8–11 April. (Sumber: GIICOMVEC)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gaikindo kembali menyelenggarakan pameran business to business khusus kendaraan komersial, Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026.

Ajang pameran otomotif kendaraan komersial ini berlangsung pada 8-11 April 2026 di Hall B dan Hall C Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.

Penyelenggaraan tahun ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Pemindahan lokasi ke area yang lebih luas disebut sebagai langkah strategis untuk mengakomodasi meningkatnya minat industri sekaligus memperbaiki akses bagi pelaku usaha.

Baca Juga: Motul Panen Respons Positif di IIMS 2026, Rilis Oli Mobil Standar API SQ

Ekspor Otomotif Jadi Penopang Industri

Di tengah berbagai tantangan industri otomotif nasional, kinerja ekspor justru menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, pengiriman kendaraan utuh (CBU) ke 93 negara mencapai 518.212 unit atau naik 9,75 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 472.194 unit.

Dari jumlah tersebut, kendaraan komersial menyumbang hampir 4 persen atau sekitar 20.326 unit. Capaian ini menegaskan peran strategis segmen kendaraan niaga dalam mendukung pertumbuhan industri otomotif Indonesia.

Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menilai momentum ini perlu dijaga melalui penguatan basis produksi nasional.

"Pencapaian ekspor yang mencetak rekor di tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa kualitas produksi otomotif Indonesia telah diakui secara global,” ujar Putu.

Baca Juga: Kadin Desak Prabowo Batalkan Impor 105 Ribu Kendaraan dari India, Ini Alasannya

“Peningkatan volume produksi sangat krusial untuk memastikan industri kendaraan Indonesia memiliki basis pasokan yang kuat untuk memenuhi permintaan global yang terus tumbuh, sekaligus memperkokoh posisi kita dalam rantai pasok otomotif dunia," kata dia.

Saat ini produksi mobil nasional berada di kisaran 1,2 juta unit pada 2025, sementara kapasitas industri mencapai sekitar 2,59 juta unit per tahun. Gaikindo optimistis penyerapan produksi masih bisa terus ditingkatkan.

Putu menambahkan, GIICOMVEC 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperluas pasar kendaraan niaga Indonesia.

"Sebagai pameran yang fokus pada pertemuan bisnis (business to business), GIICOMVEC dirancang untuk menjadi jembatan yang mempertemukan industri otomotif nasional dengan para calon pembeli potensial, baik dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran pembeli internasional di pameran ini diharapkan dapat membuka jalan yang lebih luas bagi produk kendaraan niaga Indonesia untuk dikenal dan digunakan di lebih banyak negara," ucap Putu.

Baca Juga: Distribusi Perdana Jetour T2 di Batam, 12 Unit Resmi Diserahkan ke Konsumen

Deretan Merek Besar Siap Berpartisipasi

Pameran tahun ini akan menghadirkan berbagai merek kendaraan komersial dan industri pendukung, antara lain Daihatsu, DFSK, Foton, Hino, Isuzu, JAC Motor, Mitsubishi Fuso, Suzuki, Toyota, dan Wuling.

GIICOMVEC 2026 juga menghadirkan area khusus China Pavilion yang menampilkan inovasi dari peserta asal Tiongkok. Seluruh rangkaian pameran akan menempati area lebih dari 16.000 meter persegi.

Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty, menegaskan GIICOMVEC dirancang untuk membantu pelaku usaha menemukan solusi armada yang sesuai kebutuhan.

“Kami ingin GIICOMVEC menjadi solusi yang tepat di mana para trade visitor bisa mendapatkan segala kebutuhan bisnisnya dalam satu waktu. Mulai dari melihat teknologi sasis terbaru, menyesuaikan desain karoseri, hingga mengeksplorasi beragam inovasi dari industri pendukung otomotif, semuanya tersedia lengkap sepanjang pameran,” ungkap Anton.

Targetkan Lebih dari 11 Ribu Trade Visitor

GIICOMVEC 2026 ditargetkan menghadirkan lebih dari 11.000 trade visitor dari berbagai sektor industri, mulai dari transportasi, logistik, manufaktur, ritel, energi, konstruksi, hingga instansi pemerintah.

Sejumlah asosiasi terkait juga akan dilibatkan, termasuk ASKARINDO, ARPI, APTRINDO, KAMSELINDO, ISCEA, dan ASPERINDO.

Hadirkan Seminar hingga Demo Truck dan Bus

Selain pameran, pengunjung bisnis akan mendapatkan program edukatif melalui Daily Seminar yang membahas isu dan peluang terbaru di industri kendaraan komersial.

Bersama KAMSELINDO, GIICOMVEC juga menggelar seminar bertajuk ‘Kepatuhan, Keselamatan serta Risiko Hukum dalam Transportasi Barang Berbahaya dan Beracun (B3) serta Tata Cara Penanganannya.’

Tak hanya itu, area Demo Truck dan Bus kembali dihadirkan agar pengunjung dapat melihat sekaligus menguji langsung performa kendaraan komersial.

“Kami ingin memberikan pengalaman lebih bagi para trade visitors melalui Demo Area Truck dan Bus. Di sini, pengunjung tidak hanya bisa mencoba teknologi terbaru pada kendaraan komersial, tetapi juga mendapatkan penjelasan teknis secara detail mengenai fitur-fitur yang tersedia langsung dari para ahli perwakilan merek,” ujar Anton.

Sebagai pameran business to business, GIICOMVEC tidak memungut tiket masuk. Pelaku industri dapat mendaftar sebagai trade visitor melalui situs resmi penyelenggara. Acara akan difokuskan untuk pelaku bisnis pada 8-10 April 2026 dan dibuka untuk kunjungan publik pada hari terakhir, 11 April 2026.


Berita Terkait


News Update