Ilustrasi. Ini penyebab pusing saat puasa ramadhan dan tips ampuh menghilangkannya (Sumber: Pinterest/Pravda)

RAMADHAN

Ini Penyebab Pusing Saat Puasa Ramadhan dan Tips Ampuh Menghilangkannya

Minggu 22 Feb 2026, 06:30 WIB

POSKOTA.CO.ID - Sakit kepala menjadi salah satu keluhan paling umum saat menjalankan ibadah puasa ramadhan.

Kondisi ini bisa muncul tiba-tiba dan mengganggu aktivitas harian maupun kekhusyukan beribadah, khususnya di bulan Ramadan.

Dilansir dari laman klinik pintar pada Minggu, 22 Februari 2026. Keluhan pusing atau nyeri kepala saat puasa umumnya dipicu perubahan pola makan, pola tidur, hingga kondisi fisik tertentu.

Agar tidak berlarut-larut, penting memahami apa saja penyebab sakit kepala saat puasa sekaligus cara efektif mengatasinya.

Baca Juga: Siapa Ustadz Felix Siauw? Ini Profil, Biodata, Karier Dakwah, dan Perjalanan Mualafnya

Kenapa Saat Puasa Kepala Terasa Pusing dan Nyeri?

Ilustrasi. Sakit kepala (Sumber: Pixabay/Gerd Altmann)

Berikut beberapa faktor utama yang sering menjadi penyebab sakit kepala selama berpuasa:

  1. Dehidrasi

Kurangnya asupan cairan selama lebih dari 12 jam dapat menyebabkan dehidrasi ringan. Kondisi ini sering terjadi jika kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka tidak terpenuhi.

Gejala dehidrasi bukan hanya sakit kepala, tetapi juga mulut kering, tubuh terasa lemas, hingga frekuensi buang air kecil berkurang.

Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah menurun dan suplai oksigen ke otak terganggu sehingga memicu nyeri kepala.

Baca Juga: Benarkah Rokok Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

  1. Gula Darah Rendah (Hipoglikemia)

Saat berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dalam waktu lama.

Hal ini dapat menyebabkan kadar gula darah turun drastis, terutama pada orang yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana.

Hipoglikemia dapat menimbulkan gejala pusing, lemas, sulit konsentrasi, hingga sakit kepala berdenyut.

  1. Kurang Tidur

Perubahan jadwal tidur selama puasa, seperti bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih larut, sering kali membuat waktu istirahat berkurang.

Baca Juga: Apakah Puasa Sah Jika Lupa Niat? Begini Hukumnya Menurut Penjelasan Buya Yahya

Kurang tidur dapat memicu ketegangan saraf dan meningkatkan risiko sakit kepala tipe tegang.

  1. Ketegangan Otot

Postur tubuh yang kurang baik saat duduk atau bekerja, stres emosional, serta aktivitas fisik tertentu dapat membuat otot leher dan kepala menegang.

Ketegangan ini memicu nyeri yang menjalar hingga ke kepala.

  1. Kebiasaan Mengkretek Leher

Sebagian orang memiliki kebiasaan membunyikan leher untuk meredakan pegal. Meski terasa lega sesaat, kebiasaan ini dapat menyebabkan iritasi sendi dan otot leher yang justru memicu sakit kepala.

Selain faktor-faktor di atas, sakit kepala saat puasa juga bisa dipengaruhi perubahan cuaca, paparan sinar matahari berlebih, lingkungan bising, penggunaan bantal terlalu tinggi, hingga kebiasaan membawa tas di satu sisi bahu saja.

Tips Mengatasi Sakit Kepala Saat Puasa

Agar ibadah tetap nyaman tanpa gangguan pusing, berikut beberapa cara menghilangkan sakit kepala saat puasa yang bisa diterapkan:

  1. Penuhi Kebutuhan Cairan

Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik saat sahur dan berbuka. Kebutuhan cairan minimal sekitar 2 liter atau 8 gelas per hari.

Kamu bisa menerapkan pola 2-4-2:

Cara ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama puasa.

  1. Konsumsi Makanan Seimbang

Pilih makanan bergizi saat sahur, seperti:

Hindari makanan tinggi gula berlebihan karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang berujung pada pusing.

  1. Cukupi Waktu Istirahat

Usahakan tidur 6-8 jam per hari. Jika perlu, tidur lebih awal dan kurangi penggunaan gadget sebelum beristirahat agar kualitas tidur tetap terjaga selama puasa.

  1. Kelola Stres dengan Baik

Stres berlebihan dapat memperparah sakit kepala. Cobalah teknik relaksasi seperti peregangan ringan, meditasi, atau aktivitas menyenangkan seperti membaca buku dan mendengarkan musik.

  1. Hindari Pemicu Sakit Kepala

Batasi paparan sinar matahari langsung saat cuaca panas. Gunakan topi atau payung ketika beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, perbaiki postur tubuh dan hindari kebiasaan yang memberi tekanan pada leher.

Kapan Harus Waspada?

Jika sakit kepala terasa sangat berat, disertai mual hebat, gangguan penglihatan, atau tidak membaik setelah berbuka, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Bisa jadi kondisi tersebut berkaitan dengan migrain atau gangguan kesehatan lain yang memerlukan penanganan khusus.

Dengan memahami penyebab sakit kepala saat puasa dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, kamu tetap bisa menjalani ibadah dengan nyaman, sehat, dan penuh khusyuk.

Nah, itu dia informasi mengenai penyebab pusing saat puasa ramadhan dan tips ampuh menghilangkannya, semoga bermanfaat.

Tags:
bulan Ramadanramadhanibadah puasaPusing Saat Puasa RamadhanPusingPenyebab Pusing Sakit kepala

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor