“Dalam satu hari bisa sampai lima mobil patroli yang jalan ke area-area masing-masing. Wilayahnya sudah dibagi, ada perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat juga,” katanya.
Menurutnya, sering kali muncul pelaku baru yang kembali memanfaatkan situasi setelah ditertibkan, terutama ketika ramai pengunjung.
“Kalau kendala ya karena berulang-ulang. Kita tertibkan, nanti muncul orang baru lagi. Biasanya memang momentum Ramadan, seperti di Tanah Abang. Hari biasa nggak terlalu, tapi kalau Ramadan, ramai dan dimanfaatkan untuk cari rezeki dengan cara yang salah secara aturan,” tuturnya.
Penertiban berskala besar akan melibatkan aparat lain. Ia menyebutkan, parkir ilegal dengan pungutan liar masuk dalam ranah pidana.
“Kalau yang kecil kita beri imbauan. Tapi kalau volumenya besar, kita koordinasi dengan TNI dan Polri. Yang bisa kita gebah, kita gebah,” ujar dia. (cr-4)
