Diduga Jadi Tempat 'Esek-Esek', Warga Kembangan Resah dengan Aktivitas Gubuk Pinggir Tol JORR W2

Kamis 19 Feb 2026, 13:28 WIB
Spanduk penolakan warga terkait adanya aktivitas hiburan malam di gubuk-gubuk pinggir Tol JORR W2. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Spanduk penolakan warga terkait adanya aktivitas hiburan malam di gubuk-gubuk pinggir Tol JORR W2. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

KEMBANGAN, POSKOTA.CO.ID - Warga Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, diresahkan dengan keberadaan sejumlah gubuk yang dijadikan tempat usaha kafe sekaligus hiburan karaoke di Jalan Haji Lebar RW 01.

Berdasarkan pengamatan Poskota di lokasi, terdapat sejumlah gubuk kayu yang berdiri di kawasan pinggir Tol JORR W2 dan diduga menjadi tempat hiburan malam atau esek-esek.

Di sepanjang jalan, terlihat spanduk protes dari warga terpampang. Spanduk bertuliskan keresahan warga terhadap keberadaan kafe karaoke tersebut.

“Kami warga masyarakat merasa resah dan menolak keras dengan keberadaan cafe karaoke yang berada di sepanjang sisi Tol JORR W2,” bunyi keterangan spanduk yang membentang tersebut.

Baca Juga: Satpol PP Mulai Awasi Tempat Hiburan di Jakarta per Hari Ini

Warga Berhadap Ada Penindakan

Keberadaan gubuk-gubuk yang kerap dijadikan tempat karaoke hingga diprotes warga Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 19 Februari 2026 (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Menurut pengakuan warga sekitar, Chandra, 30 tahun, di kawasan itu memang menjadi tempat hiburan layaknya hiburan malam.

Sebagai warga, ia mengaku sangat terganggu dengan adanya aktivitas tersebut sebab berlangsung hingga dini hari.

"Kadang-kadang ada biduannya dua orang ada di warung itu, mereka pada karaoke, pada nyanyi," kata Chandra saat ditemui Poskota, Kamis, 19 Februari 2026.

"Kadang sampai jam 2 pagi masih kedengeran suara dangdut. Soalnya itu dekat sama permukiman warga, jadi ganggu banget lah," sambungnya.

Baca Juga: Jelang Ramadhan 2026, Pemerintah Kota Bekasi Wajibkan Seluruh Tempat Hiburan Tutup Sementara

Ketua RW 01 Kelurahan Meruya Selatan, Nasrullah mengatakan warga sendiri merasa sangat resah dengan adanya suara musik dari gubuk-gubuk yang ada di kawasan itu.

"Kalau masyarakat itu kan dia resah ya, jadi yang pertama ya suara musik itu," kata Nasrullah.

Menurut Nasrullah, keberadaan gubuk-gubuk itu sudah terjadi sejak lama, tepatnya saat pembebasan lahan warga yang berada di pinggir tol. Keberadaan gubuk tersebut berjejer di sepanjang pinggir tol.

Saat berada di lokasi, terlihat adanya petugas Satpol PP sebanyak empat orang seperti sedang melakukan patroli atau pengecekan.

Baca Juga: Cegah SOTR, Polda Metro Patroli Setiap Hari selama Ramadhan

Ia berujar, orang-orang yang bekerja di gubuk-gubuk yang dijadikan tempat bernyanyi itu juga tidak diketahui asalnya. Sebab tidak ada yang melapor kepada dirinya sebagai ketua RW.

"Makanya aspirasi warga diwujudkan dengan bentuk pemasangan spanduk. Surat keberatan warga sudah disampaikan ke Kelurahan," ungkap dia.

Warga berharap adanya penindakan terhadap aktivitas pada gubuk-gubuk yang dijadikan tempat karaoke itu. Apalagi telah memasuki bulan Ramadhan.

"Karena aktivitasnya sampai tengah malam," ucapnya.


Berita Terkait


News Update