"Kalau masyarakat itu kan dia resah ya, jadi yang pertama ya suara musik itu," kata Nasrullah.
Menurut Nasrullah, keberadaan gubuk-gubuk itu sudah terjadi sejak lama, tepatnya saat pembebasan lahan warga yang berada di pinggir tol. Keberadaan gubuk tersebut berjejer di sepanjang pinggir tol.
Saat berada di lokasi, terlihat adanya petugas Satpol PP sebanyak empat orang seperti sedang melakukan patroli atau pengecekan.
Baca Juga: Cegah SOTR, Polda Metro Patroli Setiap Hari selama Ramadhan
Ia berujar, orang-orang yang bekerja di gubuk-gubuk yang dijadikan tempat bernyanyi itu juga tidak diketahui asalnya. Sebab tidak ada yang melapor kepada dirinya sebagai ketua RW.
"Makanya aspirasi warga diwujudkan dengan bentuk pemasangan spanduk. Surat keberatan warga sudah disampaikan ke Kelurahan," ungkap dia.
Warga berharap adanya penindakan terhadap aktivitas pada gubuk-gubuk yang dijadikan tempat karaoke itu. Apalagi telah memasuki bulan Ramadhan.
"Karena aktivitasnya sampai tengah malam," ucapnya.
