Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga energi tetap stabil dan mencegah lonjakan gula darah yang memicu rasa lemas.
- Lengkapi dengan Lemak Sehat dan Serat
Lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, biji chia, dan minyak zaitun membantu menyimpan energi lebih lama.
Sementara itu, serat dari sayur dan buah menjaga sistem pencernaan tetap lancar serta mencegah rasa lapar berlebihan di siang hari.
Kunci Hidrasi Optimal untuk Cegah Dehidrasi
Dehidrasi menjadi salah satu penyebab utama tubuh terasa lemas saat puasa. Kurangnya cairan bisa menurunkan konsentrasi dan memicu sakit kepala.
Baca Juga: Tokoh Islam Nusantara yang Diakui Dunia, Ini 5 Ulama Indonesia Paling Berpengaruh
- Terapkan Pola Minum 2-4-2
Pola minum dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur efektif membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.
Air putih berperan penting dalam menjaga metabolisme serta mendukung stamina tetap prima.
- Batasi Minuman Manis dan Berkafein
Minuman manis berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti penurunan energi drastis.
Sementara kafein dari kopi atau teh bersifat diuretik yang dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh. Konsumsilah secukupnya dan imbangi dengan air putih.
- Konsumsi Buah Kaya Air
Semangka, melon, jeruk, pir, dan stroberi mengandung kadar air tinggi yang membantu menjaga hidrasi. Buah juga kaya vitamin dan mineral yang mendukung energi alami selama puasa.
Mengelola Energi Saat Berbuka Puasa
Berbuka bukan sekadar menghilangkan lapar dan haus, tetapi juga memulihkan energi secara bertahap.
Baca Juga: 5 Film Religi Indonesia yang Cocok Ditonton Jelang Ramadhan 2026
- Awali dengan Takjil Manis Alami
