VinFast Pasok 400 Mobil Listrik Limo Green untuk Armada Transportasi di Indonesia

Rabu 18 Feb 2026, 19:51 WIB
VinFast menandatangani MoU dengan RVE dan Sentrik untuk pengadaan 400 unit mobil listrik Limo Green. (Sumber: Dok. VinFast)

VinFast menandatangani MoU dengan RVE dan Sentrik untuk pengadaan 400 unit mobil listrik Limo Green. (Sumber: Dok. VinFast)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Riline Velocity Express (RVE) dan PT Sentrik Persada Nusantara.

Kesepakatan itu terkait potensi pengadaan 400 unit Limo Green. Mobil listrik berkapasitas tujuh penumpang tersebut akan digunakan untuk operasional armada di Indonesia.

Langkah ini mencerminkan meningkatnya minat pelaku industri transportasi terhadap kendaraan listrik, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

Distribusi Bertahap untuk Dua Perusahaan

Berdasarkan MoU, VinFast berencana memasok masing-masing 200 unit kepada RVE dan 200 unit kepada Sentrik.

Baca Juga: China Wajibkan Tombol Fisik di Mobil Mulai 2027, Era Dashboard Full Layar Berakhir?

Pengiriman dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan rencana ekspansi armada kedua perusahaan. Kendaraan akan dimanfaatkan untuk layanan transportasi penumpang serta operasional penyewaan kendaraan berbasis B2B.

Inisiatif ini diharapkan membantu mitra mempercepat elektrifikasi armada sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya operasional jangka panjang.

Spesifikasi Limo Green

VinFast Limo Green dirancang sebagai solusi mobilitas untuk kebutuhan transportasi berintensitas tinggi.

MPV listrik ini memiliki dimensi panjang 4.740 mm, lebar 1.872 mm, dan tinggi 1.729 mm, dengan jarak sumbu roda 2.840 mm. Konfigurasi tiga baris kursi memberikan ruang kabin yang lapang bagi tujuh penumpang.

Baca Juga: Suzuki Siapkan Mobil Listrik Baru pada 2026, Berbagi Basis dengan e Vitara

Dari sisi performa, Limo Green dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang mampu menempuh jarak hingga 450 kilometer dalam sekali pengisian daya. Kapasitas tersebut dinilai mendukung siklus operasional armada sekaligus meminimalkan waktu henti.

Skema Pendukung Operasional


Berita Terkait


News Update