"Kemungkinan harganya tetap segini, soalnya kan kenaikan udah dari beberapa bulan lalu," tutur dia.
Lebih lanjut, Syawal sedikit menyoroti terkait distribusi minyak yang dinilainya masih berantakan. Seperti misalnya ketersediaan minyak ke pedagang tradisional dari distributor.
Dalam hal ini, Syawal menyampaikan, terkadang dirinya tidak mendapatkan stok Minyakita. Jika hal itu terjadi, terpaksa ia membeli di agen yang harganya jauh lebih mahal.
"Kalau dari distributor kan harganya Rp185-an per dus, nah kalau beli di agen lebih mahal bisa sampai Rp200 ribu lebih. Kalau lagi beli di agen, harga mau enggak mau jadi dinaikin," ungkap dia.
Ia berharap agar pemerintah bisa melakukan pengaturan terkait distribusi Minyakita ke pedagang-pedagang di Pasar Tradisional ini.
