Menurut penjelasan yang dikutip dari NU Online, ketentuan ini merujuk pada Mazhab Syafi’i. Penegasan tersebut diperkuat oleh pendapat ulama:
"Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, 'Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.' Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits," (Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna', Juz II.)
Meski sahur dianjurkan karena mengandung keberkahan, sahur bukan syarat sah puasa. Hal utama tetap terletak pada niat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Baca Juga: MUI Sebut Perbedaan Awal Ramadhan Wajar
Amalan yang Dianjurkan Selama Ramadhan
Selain memastikan niat puasa dilakukan dengan benar, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan untuk meraih keberkahan Ramadhan. Salat tarawih menjadi ibadah khas yang dikerjakan pada malam hari, baik berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.
Ramadhan juga dikenal sebagai bulan turunnya Al-Quran, sehingga memperbanyak tilawah dan mengkhatamkannya menjadi amalan utama. Puasa yang dijalankan dengan ikhlas serta menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan ibadah turut menentukan kualitas spiritual seseorang.
Amalan lain yang sangat dianjurkan adalah bersedekah dan berbagi kepada sesama, memperbanyak doa dan istighfar, serta melakukan i’tikaf di sepuluh malam terakhir demi meraih Lailatul Qadar.
Dengan memahami waktu, bacaan niat, serta amalan yang dianjurkan, umat Islam dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan lebih khusyuk dan optimal. Ramadhan menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat iman sekaligus memperbanyak kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
