Surat peringatan tersebut dikirim pada 24 Desember 2025 dan ditembuskan kepada lurah setempat. Meski pemilik rumah sempat mengirim tenaga ahli untuk mengecek kondisi bangunan, belum ada perbaikan yang dilakukan hingga akhirnya tembok roboh. Lalu setelah kejadian, kedua belah pihak langsung bertemu pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 WIB.
Menurutnya, tembok rumah yang roboh masih dalam tahap pembangunan dan belum rampung meski prosesnya telah berlangsung sekitar empat hingga lima tahun. Sebelum kejadian, posisi tembok rumah warga disebut sudah miring.
"Kalau retak tidak ada, tapi ada posisi miring dan sekolah sudah bersurat kepada yang bersangkutan, diketahui oleh Pak Lurah, untuk menjadi perhatian temboknya untuk dibetulkan atau gimana caranya biar tidak menimbulkan masalah,” ucapnya.
