Namun, ia menegaskan, penyebab tindakan korban tidak bisa disimpulkan hanya dari percakapan tersebut.
Polisi menyatakan masih terus mendalami faktor-faktor lain, termasuk kondisi psikologis korban, lingkungan keluarga, serta kemungkinan tekanan sosial yang dialami korban sebelum peristiwa terjadi.
Baca Juga: Link Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Ini Klarifikasi Mahasiswi Unram

Apa Isi Chat Terakhir Korban dengan Ibunya?
Dalam tangkapan layar percakapan antara SA dan ibunya yang beredar luas di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @berita_gosip, terlihat adanya kata-kata bernada ancaman.
Dalam percakapan tersebut, ibu korban tampak meminta anaknya untuk segera mengangkat telepon dan pulang ke rumah.
"Liat aja. Kamu pulang. Kalo nggak kamu angkat. Mama mau ngomong sama Pak R**. Angkat apa nggak?" tulis ibu SA dalam pesan tersebut seperti dikutip pada Senin, 16 Februari 2026.
Lebih lanjut, pesan tersebut diikuti dengan kalimat bernada lebih keras kepada anaknya.
"Breng*** kamu. Kalo nggak kamu angkat, kamarmu tak obrak-abrik. Angkat apa nggak? Tak bunuh kamu," lanjut dia.
Kepolisian menegaskan, meskipun percakapan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan, penentuan penyebab pasti dari tindakan korban masih memerlukan pendalaman lebih lanjut dengan melibatkan berbagai aspek.
