Pendekatan ini sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang menekankan persiapan sebelum memasuki ibadah besar, sebagaimana para ulama salaf telah mencontohkan persiapan Ramadhan sejak bulan-bulan sebelumnya.
Tarhib Ramadhan dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis
Konsep Tarhib Ramadhan memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menegaskan kemuliaan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an dan diwajibkannya puasa.
Baca Juga: 30 Ide Menu Buka Puasa Ramadhan, Praktis untuk Setiap Hari
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan. Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa menyambut Ramadhan dengan kegembiraan dan persiapan adalah bagian dari ajaran Islam.
Keistimewaan Bulan Ramadhan bagi Umat Muslim
Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan yang tidak ditemukan pada bulan lainnya. Beberapa di antaranya:
- Kesempatan Penghapusan Dosa
Ramadhan dikenal sebagai bulan ampunan. Dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu. Ini menjadi peluang besar bagi umat Islam untuk memperbaiki diri.
- Nilai Ibadah Berlipat Ganda
Setiap amal kebaikan di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya. Puasa, shalat malam, tilawah Al-Qur’an, hingga sedekah memiliki keutamaan yang lebih besar dibanding bulan lainnya.
- Penguatan Solidaritas Sosial
Ramadhan identik dengan kepedulian sosial. Tradisi berbagi takjil, zakat, infak, dan sedekah mempererat ukhuwah Islamiyah serta mengurangi kesenjangan sosial.
- Pendidikan Empati dan Pengendalian Diri
Puasa melatih kesabaran, kejujuran, dan empati terhadap kaum dhuafa. Nilai-nilai ini menjadikan Ramadhan sebagai sarana pembentukan karakter dan akhlak mulia.
Tarhib Ramadhan sebagai Momentum Perubahan
Lebih dari sekadar tradisi, Tarhib Ramadhan adalah ajakan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
