Apa Itu Punggahan? Tradisi Muslim Indonesia Menyambut Bulan Suci Ramadhan 2026, Ini Tujuan dan Maknanya

Senin 16 Feb 2026, 16:32 WIB
Penjelasan tentang tradisi punggahan yang dilakukan sebelum Ramadhan, mulai dari tujuan spiritual, silaturahmi, hingga ragam pelaksanaannya di Indonesia. (Sumber: X/@pemko_medan)

Penjelasan tentang tradisi punggahan yang dilakukan sebelum Ramadhan, mulai dari tujuan spiritual, silaturahmi, hingga ragam pelaksanaannya di Indonesia. (Sumber: X/@pemko_medan)

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Surabaya dan Jawa Timur, KLIK Link Unduh PDF di Sini

Pelaksanaan Punggahan di Berbagai Daerah

Punggahan dilaksanakan dengan cara yang beragam sesuai kearifan lokal. Di wilayah Jawa, kegiatan biasanya diisi pengajian, doa, ceramah, dan makan bersama yang dipimpin tokoh agama.

Di Sumatera Utara, masyarakat berkumpul di masjid atau tempat umum sambil membawa hidangan dari rumah untuk didoakan lalu dinikmati bersama.

Ada pula komunitas yang menjadikan punggahan sebagai pertemuan sosial untuk mempererat hubungan antarwarga. Meski bentuknya berbeda, inti tradisi tetap sama, yakni menyiapkan hati dan memperkuat kebersamaan menjelang Ramadhan.

Ragam Hidangan dalam Tradisi Punggahan

Makan bersama menjadi bagian khas dari punggahan. Setiap keluarga biasanya membawa makanan yang kemudian didoakan sebelum disantap bersama. Menu yang hadir sangat beragam, mulai dari jajanan tradisional hingga hidangan rumahan.

Beberapa makanan yang kerap ditemui antara lain nasi ketan dengan parutan kelapa, pisang raja, kue apem, kue pasung, hingga nasi urap dan gorengan. Tradisi saling mencicipi makanan juga menjadi simbol kebersamaan dan saling berbagi rezeki.

Pandangan Keagamaan tentang Punggahan

Menurut ulasan di Nahdlatul Ulama melalui laman resminya, punggahan tidak bertentangan dengan syariat Islam karena berfokus pada doa, silaturahmi, dan persiapan spiritual.

Banyak ulama memandang kegiatan berkumpul untuk meningkatkan ketakwaan sebagai praktik yang baik selama tidak melanggar ajaran agama.

Dengan demikian, punggahan dipahami sebagai tradisi budaya yang selaras dengan nilai Islam, sekaligus menjadi media dakwah yang humanis dalam konteks masyarakat Nusantara.

Baca Juga: Benarkah Puasa Ramadhan Pernah Berlangsung 24 Jam? Ini Penjelasan Sejarahnya

Makna dan Hikmah Tradisi Punggahan

Punggahan mengandung berbagai hikmah yang dapat diambil umat Muslim. Tradisi ini menjadi sarana menumbuhkan rasa syukur atas nikmat bertemu Ramadhan, mempererat silaturahmi, serta membuka ruang untuk saling memaafkan.

Lebih dari itu, punggahan mengajak umat meningkatkan kualitas iman agar memasuki Ramadhan dengan kesiapan lahir dan batin. Momentum ini mendorong semangat memperbanyak ibadah wajib maupun sunnah selama bulan puasa.


Berita Terkait


News Update