POSKOTA.CO.ID - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, umat Islam di berbagai daerah mulai melakukan beragam persiapan spiritual dan sosial.
Salah satu istilah yang kerap muncul adalah tarhib Ramadhan. Meski sering terdengar setiap tahun, masih banyak yang belum memahami makna sebenarnya dari tradisi ini.
Tarhib Ramadhan bukan sekadar seremoni rutin, tetapi bagian dari upaya menyambut bulan penuh berkah dengan kesiapan lahir dan batin.
Tradisi ini menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk memperkuat niat, memperdalam ilmu, dan memperbaiki diri sebelum memasuki Ramadhan. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan tarhib Ramadhan, apa tujuannya, dan bagaimana bentuk kegiatannya?
Baca Juga: Jaga Keamanan Selama Ramadhan, 1.900 Personel Gabungan Akan Patroli Tiap Malam
Pengertian Tarhib Ramadhan dalam Islam
Menurut penjelasan dari laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, kata tarhib berasal dari bahasa Arab yang bermakna penyambutan.
Secara etimologis, istilah ini berakar dari kata yang menggambarkan kelapangan dan kesiapan. Dalam konteks Ramadhan, tarhib berarti menyambut datangnya bulan suci dengan hati yang terbuka, penuh kegembiraan, serta kesiapan menjalankan ibadah secara maksimal.
Makna ini tidak hanya bersifat simbolis. Tarhib Ramadhan mencerminkan dorongan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta mempererat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Dengan kata lain, tarhib adalah fase persiapan spiritual yang membantu umat Islam memasuki Ramadhan dengan kondisi terbaik.
Tujuan Tarhib Ramadhan bagi Umat Muslim
Tarhib Ramadhan memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar perayaan penyambutan. Tradisi ini mengajak umat Islam untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan spiritual.
Beberapa tujuan utama tarhib Ramadhan antara lain:
- Menumbuhkan kesiapan mental dan spiritual sebelum berpuasa
- Menguatkan niat untuk meningkatkan kualitas ibadah
- Mendorong introspeksi dan perbaikan diri
- Mempererat solidaritas sosial dan kebersamaan
- Mengingatkan pentingnya ilmu dan pemahaman agama
Melalui proses ini, umat Muslim diharapkan tidak memasuki Ramadhan secara biasa, melainkan dengan kesadaran penuh akan nilai dan keutamaannya.
