“Ini tadi sudah dapat Rp280 ribu, modalnya Rp200 ribu. Kayaknya sekarang lebih ramai,” katanya.
Suparmi menjual paket bunga tabur berisi melati, pandan, hio, dan air mawar yang didatangkan dari Pasar Rawa Belong. Harga yang dipatok pun fleksibel karena banyak pembeli menawar.
“Kadang Rp15 ribu dua bungkus, ada yang nawar Rp5 ribu juga saya kasih, Rp10 ribu tiga enggak masuk. Yang penting masih ada untung,” ungkap Suparmi.
Baca Juga: Link Pendaftaran Program Mudik Gratis DKI Jakarta 2026: Ini Jadwal, Syarat, dan Kota Tujuan Lengkap
Ia memperkirakan selama musim ziarah Ramadan omzet harian bisa mencapai sekitar Rp300 ribu dan biasanya modal sudah kembali.
Oleh karena itu, momen nyekar menjelang Ramadan menjadi waktu yang paling ditunggu para pedagang bunga musiman.
“Lumayan buat nambah penghasilan. Biasanya kalau sudah ramai peziarah, dagangan cepat habis,” ucapnya. (cr-4)
