JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, tradisi ziarah kubur atau nyekar mulai ramai dilakukan masyarakat di sejumlah tempat pemakaman di Ibu Kota.
Ramainya peziarah membawa berkah tersendiri bagi pedagang bunga tabur yang setiap tahun menggantungkan rezeki dari momentum tersebut.
Salah satunya Suparmi, 48 tahun, pedagang kembang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Penjernihan, Jakarta Pusat yang berjualan di area pemakaman saat akhir pekan dan hari libur.
Ia mengaku penjualan mulai terasa meningkat dibanding hari biasa, meski tidak selalu ramai setiap hari.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Ziarah Kubur Sebelum Puasa Ramadhan 2026? Ini Penjelasannya
“Kalau lagi ramai ya naik. Kadang modal Rp200 ribu bisa jadi Rp400 ribu, bahkan pernah sampai Rp500 ribu. Tapi kalau sepi paling cuma balik modal,” ujar Suparmi saat ditemui Poskota, Minggu, 15 Februari 2026.
Suparmi menjelaskan tidak setiap hari berjualan di lokasi. Dia biasanya hanya membuka lapak saat Sabtu, Minggu, atau tanggal merah, termasuk menjelang hari besar keagamaan.
"Ini kalo libur Sabtu-Minggu biasanya saya jual, kalo hari biasa dagang es di rumah,"ucap Suparmi.
Menurutnya, peningkatan pembeli mulai terasa sejak akhir pekan lalu, meski sempat fluktuatif.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Jadwal Libur Awal Puasa Ramadhan 2026 untuk SD-SMA, Ini Rincian Tanggalnya
Pada Sabtu sebelumnya, ia hanya memperoleh Rp225 ribu dengan modal Rp110 ribu. Sementara hari ini penjualan terlihat lebih menjanjikan.
“Ini tadi sudah dapat Rp280 ribu, modalnya Rp200 ribu. Kayaknya sekarang lebih ramai,” katanya.
Suparmi menjual paket bunga tabur berisi melati, pandan, hio, dan air mawar yang didatangkan dari Pasar Rawa Belong. Harga yang dipatok pun fleksibel karena banyak pembeli menawar.
“Kadang Rp15 ribu dua bungkus, ada yang nawar Rp5 ribu juga saya kasih, Rp10 ribu tiga enggak masuk. Yang penting masih ada untung,” ungkap Suparmi.
Baca Juga: Link Pendaftaran Program Mudik Gratis DKI Jakarta 2026: Ini Jadwal, Syarat, dan Kota Tujuan Lengkap
Ia memperkirakan selama musim ziarah Ramadan omzet harian bisa mencapai sekitar Rp300 ribu dan biasanya modal sudah kembali.
Oleh karena itu, momen nyekar menjelang Ramadan menjadi waktu yang paling ditunggu para pedagang bunga musiman.
“Lumayan buat nambah penghasilan. Biasanya kalau sudah ramai peziarah, dagangan cepat habis,” ucapnya. (cr-4)
