TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengklaim tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami penurunan drastis.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan sejak awal tahun 2026 pihaknya telah menerima laporan sekitar 10 ribu kasus baru.
Menurut Hendra, angka tersebut dikatakan fantastis namun secara epidemiologi, jumlah tersebut masih berada dalam kategori batas normal, apabila dibandingkan dengan total populasi penduduk di Kabupaten Tangerang yang mencapai kurang lebih 3,5 juta.
"Angka kasus 10 ribu itu tergolong normal dari total jumlah penduduk di Kabupaten Tangerang," kata Hendra kepada Poskota pada Minggu, 15 Februari 2026.
Baca Juga: Dinkes Catat ISPA di Jakarta Capai 1,9 Juta Kasus
Meski demikian, Hendra tetap meminta kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada dengan kasus ISPA, terutama kepada anak dan balita.
"Kita harus tingkatkan kewaspadaan. Penanganan harus benar-benar tepat agar tidak berkembang menjadi pneumonia, terutama pada anak," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Sri Indriyani mengimbau kepada orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi anak
"Orang tua harus lebih peka dengan memastikan gizi yang cukup dan memeriksakan anaknya ke fasilitas kesehatan jika mengalami batuk dan pilek yang tidak kunjung reda," tuturnya.
Baca Juga: Kasus ISPA Bertambah, DPRD Jakarta Minta Dinkes Transparan
Kasus ISPA Meningkat Sepanjang 2025
Sepanjang 2025, Dinkes Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 302 ribu warganya terkena ISPA.
Dengan banyaknya jumlah warga yang terjangkit, saat itu pihak terkait memperketat pengawasan. Diketahui, sepanjang 2025 kasus ISPA di wilayah Kabupaten Tangerang banyak menyerang anak-anak.
"Di tahun 2025 ada 198 ribu kasus ispa yang menyerang anak-anak. Sementara pada kasus orang dewasa ada 104 ribu kasus. Jadi total di tahun 2025 ada 302 ribu kasus ISPA yang terjadi di Kabupaten Tangerang, " ucap Hendra.