Dugaan Mark Up Wakaf Al-Quran Seret Nama Taqy Malik, Ini Kronologinya

Minggu 15 Feb 2026, 13:17 WIB
Dugaan mark up program wakaf Al-Quran yang menyeret nama Taqy Malik. (Sumber: Instagram/@taqy_malik)

Dugaan mark up program wakaf Al-Quran yang menyeret nama Taqy Malik. (Sumber: Instagram/@taqy_malik)

Menurut Randy Permana, program wakaf mulai berjalan pada 2023 saat pembelian mushaf masih bisa dilakukan dalam jumlah besar langsung dari percetakan resmi di Madinah dengan harga pabrik. Donasi yang terkumpul disebut mencapai ribuan mushaf.

Pembelian dalam jumlah besar itu kemudian memicu perhatian otoritas setempat. Setelah beberapa waktu, diberlakukan pembatasan karena ada kekhawatiran mushaf diperjualbelikan secara online oleh jemaah yang menggunakan visa umrah.

Randy mengaku telah mengingatkan agar distribusi mushaf dilakukan bertahap untuk menghindari kecurigaan aparat. Ia juga menyinggung program sedekah makanan yang dinilai memiliki selisih harga cukup besar, yang kembali memicu perhatian lingkungan sekitar.

Menurutnya, program serupa kembali dibuka menjelang Ramadan tahun ini. Namun upaya komunikasi yang ia lakukan tidak mendapat respons. Situasi inilah yang kemudian mendorongnya mengungkap kronologi tersebut ke publik.

Hingga kini, dugaan mark up program wakaf itu masih menjadi perhatian luas. Banyak pihak berharap ada klarifikasi menyeluruh dan penanganan transparan agar kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan wakaf tetap terjaga.


Berita Terkait


News Update