POSKOTA.CO.ID - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengumumkan pemberlakuan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas strategis Jakarta pada Minggu, 15 Februari 2026, bertepatan dengan penyelenggaraan Soekarno Run Runniversary 2026.
Rekayasa ini diberlakukan untuk menjaga kelancaran acara dan keamanan peserta. Informasi resmi disampaikan melalui akun Instagram @dishubdkijakarta, pada Sabtu, 14 Februari.
Beberapa ruas protokol yang terdampak meliputi:
- Jalan Jenderal Sudirman
- Jalan M.H. Thamrin
- Jalan Gatot Subroto
Pengaturan arus dilakukan untuk mendukung jalannya kegiatan dan memastikan keselamatan seluruh pengguna jalan.
Baca Juga: Polisi Ciduk Dua DPO Begal Asal Lampung di Cileungsi Bogor
Kantong Parkir Disiapkan untuk Peserta dan Pengunjung
Untuk mendukung kelancaran mobilitas, Dishub DKI menyiapkan beberapa kantong parkir resmi di kawasan Gelora Bung Karno, antara lain:
- Parkir Plaza Tenggara
- Parkir Istora
- Parkir Akuatik
- Parkir Lapangan ABC
- Parkir Stadion Madya
- Parkir Masjid Albina
- Parkir Lapangan Softball
Seluruh kantong parkir tersebut dapat digunakan kendaraan roda dua dan roda empat, dengan kapasitas yang telah disesuaikan.
Operasional Transjakarta Tetap Berjalan
Penyelenggaraan acara tidak memengaruhi layanan Transjakarta secara signifikan. Seluruh koridor akan tetap beroperasi dengan menyesuaikan arahan petugas di lapangan apabila terjadi penyesuaian rute imbas rekayasa lalu lintas.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Jabodetabek 15 Februari, Warga Diminta Waspada
Daftar Lengkap Rekayasa Lalu Lintas 15 Februari 2026
Berikut pengalihan arus yang diberlakukan selama kegiatan berlangsung:
1. Utara (Harmoni) → Selatan (Blok M)
Pengguna jalan diarahkan melalui Jalur Abdul Muis – K.H. Mas Mansyur – Penjernihan I – Tentara Pelajar – Gelora – Asia Afrika – Hanglekir I – Hang Tuah Raya.
2. Selatan (Blok M) → Utara (Harmoni)
Arus dialihkan ke Hang Tuah Raya – Hang Lekir I – Asia Afrika – Gerbang Pemuda – Gatot Subroto – K.S. Tubun – Jati Baru Raya – Abdul Muis.
3. Timur (Menteng) → Barat (Tanah Abang)
Pengendara dapat menggunakan Hos Cokroaminoto – Wahid Hasyim – Mas Mansyur.
4. Barat (Karet) → Timur (Manggarai)
Lintasan diarahkan ke R.M Margono Djojohadikoesoemo – Galunggung – Sultan Agung.
5. Timur (Manggarai) → Barat (Karet)
Melintasi Sultan Agung – Galunggung – Karet Pasar Baru Timur III – Karet Pasar Baru Timur II – R.M Margono Djojohadikoesoemo.
6. Utara (Tanah Abang) → Timur (Kampung Melayu)
Dialihkan melalui Mas Mansyur – Prof. Dr. Satrio / JLNT Dr. Satrio – Casablanca Raya – K.H. Abdullah Syafei.
7. Timur (Kampung Melayu) → Utara (Tanah Abang)
Rute alternatif: KH Abdullah Syafei – Casablanca Raya – JLNT Dr. Satrio / Dr. Satrio – Mas Mansyur.
8. Barat (Slipi) → Timur (Cawang)
Arahkan kendaraan melalui Gatot Subroto – Simpang Semanggi – S. Parman.
9. Timur (Cawang) → Barat (Slipi)
Arus dialihkan ke Gatot Subroto – Rasuna Said – Prof. Dr. Satrio – Mas Mansyur – Penjernihan – Pejompongan Raya – Tentara Pelajar – S. Parman.
Penerapan rekayasa lalu lintas pada acara berskala besar seperti Soekarno Run merupakan standar manajemen lalu lintas di kota metropolitan. Ruas Sudirman–Thamrin adalah koridor utama yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan transportasi, sehingga langkah mitigasi arus sangat diperlukan.
