Obrolan Warteg: Jalan Tol untuk Landasan Pesawat Tempur

Kamis 12 Feb 2026, 09:37 WIB
Obrolan warteg hari ini, Kamis, 12 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Obrolan warteg hari ini, Kamis, 12 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

POSKOTA.CO.ID - Pembangunan infrastruktur ke depan akan diselaraskan dengan kebutuhan pertahanan. Untuk itu, sejumlah ruas jalan tol dan jalan nasional di sejumlah daerah dirancang bisa digunakan untuk landasan darurat pesawat tempur maupun patroli.

Konsep ini penting untuk menjaga kesiapsiagaan pertahanan di wilayah kepulauan, seperti dikatakan Wakil Menteri Pertahanan Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto di Lampung, Rabu, 11 Februari 2026.

Uji coba pendaratan dua pesawat tempur, sukses dilakukan di ruas jalan Tol Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) KM228-KM231 Provinsi Lampung. Dua pesawat tempur yang melakukan uji coba adalah Super Tucano dan F-16.

“Berrati jalan tolnya harus kuat sehingga bisa sebagai runway, landasan pacu pesawat tempur baik saat landing maupun mengudara,” ujar Heri kepada mas Bro dan Yudi dalam sesi obrolan warteg.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Filosofi Asta-Jari Tangan

“Kalau untuk mendarat pesawat penumpang seperti airbus gimana, bisa enggak, ya?” tanya Yudi.

“Kalau bicara bisa, akan bisa, apalagi mendarat secara darurat. Persoalannya, jalan tol itu sesuai spesifikasi enggak untuk pesawat berbadan lebar,” kata Heri.

“Pesawat tempur beda ya dengan pesawat penumpang. Sama-sama pesawat, tapi beda spesifikasi maupun kecepatannya,” ucap mas Bro.

“Dengan jalan tol nantinya didesain agar bisa difungsikan sebagai runway pesawat tempur, maka akan banyak terdapat pangkalan udara darurat. Jika satu pangkalan diserang, maka ada opsi lain,” papar Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Parpol dan DPR di Mata Publik

“Dengan begitu, akan banyak titik alternatif pendaratan. Operasional pesawat tempur tetap berjalan meski pangkalan utama terganggu karena tadi, jalan tol disiapkan sebagai alternatif landasan pacu ketika pangkalan udara tidak dapat digunakan," urai mas Bro.

Seperti diberitakan, konsep ini sejalan dengan sistem pertahanan semesta yang menempatkan seluruh komponen bangsa sebagai bagian dari upaya bela negara, termasuk kementerian teknis, operator jalan tol, hingga masyarakat.

Ini adalah perwujudan sistem pertahanan semesta. Pertahanan negara bukan hanya urusan TNI, tetapi melibatkan kementerian, pengelola jalan tol, dan masyarakat yang hari ini bersedia mengalah menggunakan jalur alternatif.

“Berarti saat uji coba pendaratan pesawat tempur, jalur tol di ruas yang digunakan dikosongkan?” tanya Yudi.

“Iyalah, kalau lagi padat kendaraan, gimana pesawat mau mendarat,” ungkap Heri.

“Semoga dengan banyak jalan tol memiliki spesifikasi sebagai landasan pacu pesawat tempur, jalan tol kian berkualitas, bukan mengelupas,” harap Heri. (Joko Lestari)


Berita Terkait


News Update