Rekrutmen untuk sembilan posisi tenaga administrasi tersebut diketahui tidak menggunakan sistem pengadaan resmi kementerian. Praktik ini dinilai menyimpang dari prinsip tata kelola yang seharusnya diterapkan.
“Proses pengadaan jasa tidak dilaksanakan sesuai prinsip yang berlaku, khususnya aspek keadilan, kepatuhan, dan akuntabilitas. Mekanisme yang diterapkan berpotensi menguntungkan pihak tertentu,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Rabu 11 Februari 2026.
Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya kelalaian dalam penerapan prosedur internal. Kondisi ini dinilai membuka peluang terjadinya pelanggaran tata kelola sekaligus kebocoran data pribadi pelamar kerja.
Baca Juga: Viral! Loker Komdigi Diduga Bocorkan Data Pribadi Pelamar Lewat Google Drive dan Bisa Diakses Publik
Pejabat dan Staf Dinonaktifkan Sementara
Sebagai tindak lanjut, Komdigi menonaktifkan tiga pejabat atau pihak dianggap bertanggung jawab terhadap proses pengadaan tersebut. Penonaktifan dilakukan sementara sambil menunggu pemeriksaan lanjutan.
Pihak yang dinonaktifkan meliputi:
- Sekretaris Ditjen Infrastruktur Digital (Eselon II) sebagai penanggung jawab kegiatan
- Ketua Tim SDM dan Organisasi (Eselon III)
- Seorang staf pelaksana di Sekretariat DJID
Langkah ini bertujuan menjaga objektivitas pemeriksaan sekaligus memastikan proses penertiban berjalan transparan.
Baca Juga: Ratusan Massa Gelar Aksi di Komdigi, Minta Take Down Mens Rea Pandji Pragiwaksono di Netflix
Audit Berjalan, Sanksi Disiplin Disiapkan
Komdigi menegaskan audit internal masih berlangsung untuk menentukan bentuk sanksi disiplin final. Opsi sanksi dapat berupa penurunan jabatan hingga tindakan administratif lain sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, proses rekrutmen PJLP yang menjadi sumber persoalan telah dihentikan karena dinilai cacat prosedur.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi instansi pemerintah untuk mematuhi sistem digital terintegrasi serta standar pengadaan resmi. Kepatuhan tersebut dinilai krusial guna mencegah kebocoran data pribadi masyarakat di masa mendatang.
